Latest Program: WFH hingga Pembatasan Pembelian Bisa Hemat Konsumsi BBM Warga Rp59 T

WFH hingga Pembatasan Pembelian Bisa Hemat Konsumsi BBM Warga Rp59 T

Penghematan BBM Melalui Kebijakan WFH

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memperkirakan bahwa kebijakan kerja dari rumah (work from home/ WFH) yang diterapkan bagi karyawan swasta selama satu hari seminggu, serta pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM), berpotensi mengurangi penggunaan BBM oleh masyarakat hingga Rp59 triliun. Dalam konferensi pers daring yang diadakan pada Selasa (31/3), Airlangga menyatakan bahwa total pengeluaran BBM warga bisa dikurangi sebesar angka tersebut.

“Total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp59 triliun,” ujar Airlangga.

Kebijakan WFH diperkirakan juga memberi manfaat signifikan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan menghasilkan penghematan sebesar Rp6,2 triliun. Airlangga menjelaskan bahwa penghematan ini terutama berasal dari pengurangan kompensasi BBM yang diberikan oleh pemerintah. Selain itu, kebijakan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi energi di tengah konflik global.

Strategi Efisiensi Energi

Pemerintah menerapkan kebijakan WFH setiap Jumat sebagai langkah untuk mengoptimalkan penggunaan energi. Kebijakan ini disertai dengan pembatasan penggunaan mobil dinas dan peningkatan penggunaan transportasi umum. “Efisiensi mobilitas termasuk pembatasan penggunaan mobil dinas 50 persen, kecuali untuk keperluan operasional dan mobil listrik, serta mendorong penggunaan transportasi publik,” tambah Airlangga.

Dalam upaya yang sama, pemerintah juga membatasi perjalanan dinas dalam negeri hingga 50 persen dan perjalanan luar negeri hingga 70 persen. Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan masyarakat agar bijak dalam membeli BBM. Menurut Bahlil, setiap mobil pribadi hanya perlu diisi 50 liter per hari.

“Satu mobil pribadi cukup diisi 50 liter per hari. Adapun pengaturan mengenai 50 liter per hari ini akan memanfaatkan fitur barcode yang ada di MyPertamina,” ujar Bahlil.

Bahlil menekankan bahwa penghematan BBM harus didukung oleh partisipasi masyarakat, terutama dalam masa gejolak harga minyak. “Yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon agar kita juga bisa lakukan dengan bijak,” jelasnya. Untuk angkutan umum, ia menegaskan tidak ada pembatasan pengisian BBM sebesar 50 liter per mobil. “Untuk 50 liter per mobil tidak berlaku untuk angkutan trayek, angkutan umum bus. Pasti lebih dari itu. Standar saja,” lanjut Bahlil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *