Key Issue: 45 finalis Puteri Indonesia 2026 dapat pembekalan antikorupsi dari KPK
45 Finalis Puteri Indonesia 2026 Dapat Pembekalan Antikorupsi dari KPK
Jakarta, Kamis – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan program pelatihan anti-korupsi bagi 45 peserta finalis Puteri Indonesia Tahun 2026 di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari upaya KPK dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tindak pidana korupsi.
Pesan Wakil Ketua KPK
“Dengan penampilan yang akan datang, diharapkan para finalis dapat berperan aktif dan mengajak masyarakat bersama-sama dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo dalam sambutannya.
Ibnu Basuki Widodo menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya melibatkan jaksa, hakim, atau aparat penegak hukum, tetapi juga figur publik seperti Puteri Indonesia. “Puteri Indonesia merupakan salah satu duta anti-korupsi. Mengapa? Karena setiap finalis merupakan representasi publik figur,” tambahnya.
Kemampuan Berbicara sebagai Alat Penguasaan Nilai
Ibnu juga memuji kemampuan para finalis dalam menyampaikan pesan antikorupsi. “Namun, jika para finalis Puteri Indonesia pertama kali tampil, mereka sering disebut ‘hebat banget ya Puteri Indonesia’. Saat menonton, saya sering melihat mereka menghadapi berbagai pertanyaan dan bisa menjawab dengan baik. Bahasa mereka pun cukup menarik,” ujarnya.
Materi Pelatihan dan Dasar Hukum
Para finalis juga memperoleh materi tentang tindak pidana korupsi, termasuk konsep trisula, yaitu pendidikan, pencegahan, dan penindakan, serta dampak dan strategi pencegahan perilaku korupsi. Pembekalan ini, sebagaimana dijelaskan Ibnu, diamanatkan dalam Pasal 1 ayat 4 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, yang wajib menyediakan pendidikan bagi masyarakat, termasuk para finalis.
Pembekalan Perdana dalam Ajang Tahunan
Acara ini menjadi sesi pembekalan awal dalam penyelenggaraan Puteri Indonesia 2026. Finalis diberikan undangan khusus untuk mengikuti pelatihan tahunan tersebut, yang bertujuan memperkuat komitmen mereka dalam menjunjung transparansi dan integritas.