Latest Program: BBPOM DKI jelaskan penyalahgunaan obat-obatan dapat picu tawuran

BBPOM DKI Jelaskan Penyalahgunaan Obat-Obatan Dapat Picu Tawuran

Di Jakarta, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI mengungkapkan bahwa penggunaan obat-obatan tertentu (OOT) berpotensi memicu perkelahian antar pelajar. “Konsumsi OOT tanpa pengawasan medis bisa menyebabkan dampak berbahaya bagi tubuh, bahkan mengancam nyawa. Penyalahgunaan jenis obat ini juga dikaitkan dengan tindakan melawan hukum seperti tawuran,” kata Sofiyani Chandrawati Anwar, kepala BBPOM DKI, dalam acara edukasi di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis.

Sofiyani menjelaskan bahwa OOT bekerja pada sistem saraf pusat, mirip dengan narkotika dan psikotropika. Jika digunakan melebihi dosis yang dianjurkan, risiko ketergantungan serta perubahan perilaku dan pikiran meningkat. Oleh karena itu, peran masyarakat dalam mengawasi penggunaan obat sangat krusial. “Kami menyarankan masyarakat membeli obat dari tempat resmi dan mengonsumsinya sesuai petunjuk. Penyalahgunaan tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa,” ujarnya.

“Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya edukasi tentang obat-obatan,” kata Sofiyani.

Menurutnya, kegiatan edukasi tersebut dihadiri sekitar 300 orang, meliputi warga dari Kelurahan Kramat Pela, Kebayoran Baru, serta Grogol Selatan, Kebayoran Lama. Sofiyani menekankan bahwa kolaborasi masyarakat menjadi kunci dalam melindungi generasi muda dari penggunaan obat secara tidak tepat. “Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat peran masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan OOT seperti Tramadol, Trihexyphenidyl, dan Dextromethorphan,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *