Special Plan: Pertamina: Harga minyak tinggi jadi momentum tingkatkan produksi

Pertamina: Harga minyak tinggi jadi momentum tingkatkan produksi

Di Malang, Jawa Timur, PT Pertamina Hulu Energi menyatakan bahwa kenaikan harga minyak global menjadi peluang untuk meningkatkan produksi, karena beberapa proyek yang sebelumnya kurang menguntungkan kini lebih layak dijalankan. “Kami menilai peningkatan harga minyak dunia sebagai kesempatan untuk naikkan kapasitas produksi, ya. Karena semakin banyak rencana kerja kami yang sebelumnya kurang ekonomis kini bisa dijalankan dengan lebih efisien,” jelas Edi Karyanto, Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi dalam acara media gathering, Kamis.

Kalau PHE, kami malah lagi bagus untuk naikin produksi, ya. Karena semakin banyak proyek yang sebelumnya dinilai tidak ekonomis kini menjadi lebih layak dikerjakan,” ujar Edi.

Harga minyak global kini mencapai level 98 dolar AS per barel, lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga pada Januari 2026, saat Brent (ICE) berada di 64 dolar AS. Edi memperkirakan harga minyak dunia hingga akhir tahun akan terus menguat dibandingkan realisasi kuartal pertama 2026.

Pada Rabu (8/4), data perdagangan menunjukkan penurunan drastis harga minyak sebesar 13–17 persen akibat pengumuman gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menyetujui kesepakatan damai bilateral dengan Iran. Ia juga menyebut Iran bersedia menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Seusai penurunan tersebut, harga minyak mentah Brent berjangka Juni anjlok 12,6 persen menjadi 91,92 dolar AS (sekitar Rp1,56 juta) per barel, menyentuh level terendah sejak 23 Maret. Sementara WTI berjangka Mei turun 16,6 persen ke 94,10 dolar AS (sekitar Rp1,6 juta). Namun, serangan udara Israel di Dahiyeh, dekat Beirut, Lebanon, Rabu (8/4), memicu kenaikan harga Brent kembali pada Kamis (9/4). Laporan Anadolu menyebutkan ledakan keras terdengar dan asap menggumpal dari area yang disasar oleh Israel.

Peristiwa itu memperkuat kekhawatiran pasar terhadap pasokan global dan keraguan terhadap kesepakatan damai yang didukung AS. Iran, melalui laporan media, menyampaikan gangguan kembali di Selat Hormuz yang berpotensi mengurangi pasokan ke pasar internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *