New Policy: Kemensos dorong gerakan infak pendidikan putus rantai kemiskinan

Kemensos Dorong Gerakan Infak Pendidikan untuk Memutus Rantai Kemiskinan

Jakarta – Kementerian Sosial memperkuat inisiatif gerakan infak pendidikan berbasis gotong royong masyarakat sebagai upaya konkret mengangkat keluarga prasejahtera dari kondisi kemiskinan. Program ini dianggap sebagai pelaksanaan spirit Sekolah Rakyat, yang disematkan Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu prioritas nasional.

Infak Pendidikan Sebagai Jalan Kemandirian

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan bahwa pendidikan adalah solusi utama untuk mengatasi kemiskinan. “Pendidikan menjadi kunci untuk memutus rantai kemiskinan. Gerakan infak pendidikan adalah langkah konkret dalam membangun kemandirian bangsa,” ujar Saifullah Yusuf saat memberikan keterangan di Jakarta, Kamis.

“Infak pendidikan tentu pada akhirnya adalah membangun kemandirian. Jika mereka lulus dan ingin ke perguruan tinggi, kita carikan beasiswa. Jika ingin menjadi pekerja terampil, kita fasilitasi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Kolaborasi untuk Dana Pendidikan yang Transparan

Dalam peluncuran Program Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Pendidikan PWNU Jawa Tengah, Saifullah Yusuf menyoroti pentingnya pengelolaan dana pendidikan yang akuntabel. Gerakan ini disosialisasikan oleh Kementerian Sosial bersama LP Ma’arif NU, LAZISNU, dan Bank Jateng Syariah. Ia memastikan bahwa transparansi dalam tata kelola dana akan membangun kepercayaan publik serta memastikan bantuan sampai tepat sasaran.

“Kepercayaan masyarakat hanya akan tumbuh jika diolah secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Dari situ akan lahir loyalitas, rasa memiliki, dan kekuatan bersama untuk menjaga masa depan NU,” katanya.

Program Sekolah Rakyat dan Potensi Keluarga Tidak Mampu

Dia juga memaparkan data bahwa 65 persen keluarga tidak mampu berpotensi melahirkan generasi berikutnya dalam kondisi ekonomi serupa. “Pemberian beasiswa harus dibarengi dengan pendampingan dan evaluasi berkelanjutan agar siswa mampu menjadi agen perubahan,” jelasnya. Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan yang terpadu, menggabungkan berbagai inisiatif pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa.

Realisasi Program hingga Saat Ini

Kementerian Sosial, sebagai penyelenggara teknis, mengungkapkan bahwa saat ini sudah terdapat 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan yang tersebar di 38 provinsi. Program ini melayani sebanyak 15.900 siswa, didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga pendidik di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat. Kehadiran layanan penghimpunan dana digital oleh LAZISNU Jawa Tengah dan Bank Jateng Syariah juga menjadi bagian penting dari upaya ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *