Special Plan: IPB jaga produktivitas dosen selama WFH guna cegah “learning loss”
IPB jaga produktivitas dosen selama WFH guna cegah “learning loss”
Institut Pertanian Bogor (IPB) University menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga
Jakarta – Dalam upaya menjaga kinerja akademik, Institut Pertanian Bogor (IPB) University menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) agar produktivitas dosen tidak berkurang selama pandemi. Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan mengurangi dampak negatif pembelajaran jarak jauh, yang dikhawatirkan menyebabkan penurunan kemampuan belajar mahasiswa.
Produktivitas dosen harus tetap dipertahankan agar tidak terganggu, sementara model pembelajaran hibrida diharapkan mencegah penurunan kemampuan belajar akibat pembelajaran daring.
Menurut Alim, sebagian besar mahasiswa mengalami “learning loss” karena akses belajar terbatasi selama masa pandemi. Untuk mengatasi hal ini, IPB memperkenalkan sistem pembelajaran yang menggabungkan metode daring dan luring. “Kuliah umum tetap dilakukan secara online, sementara praktikum wajib dijalankan secara tatap muka di laboratorium,” tutur dia usai konferensi pers IPB Run 2026.
IPB menetapkan WFH pada hari Senin dan Jumat, dengan alasan bahwa aktivitas akademik di hari tersebut bisa disesuaikan lebih fleksibel. “Fakultas memiliki kebijakan sendiri, ada yang memilih Senin sebagai hari kerja daring,” kata Alim. Ia menambahkan bahwa pembelajaran mandiri juga diterapkan untuk memastikan mahasiswa tetap aktif secara akademik.
Kebijakan WFH ini berlaku sejak 6 April 2026, dan disambut baik oleh seluruh civitas akademika. Dengan kombinasi model pembelajaran daring dan luring, IPB berupaya meminimalkan kesenjangan pendidikan akibat pembatasan sosial selama pandemi.