Pemkot Semarang siapkan satu juta liter air antisipasi kekeringan
Pemkot Semarang siapkan satu juta liter air antisipasi kekeringan
Kota Semarang tengah mengambil langkah proaktif dengan menyediakan persediaan air bersih sebanyak satu juta liter untuk mendukung wilayah yang terkena dampak krisis air. Persiapan ini bertujuan menghadapi risiko meningkatnya gelombang kemarau panjang akibat dampak fenomena El Nino. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan kerja sama antar lembaga akan dilakukan, termasuk dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Mudah-mudahan begitu kita mendengar ada kekurangan air, kita bisa siapkan airnya,” ujarnya.
Langkah kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi kerugian akibat bencana kekeringan yang diprediksi mencapai puncaknya pada September 2026. Ia menekankan pentingnya masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Fenomena cuaca ekstrem telah mulai terasa, seperti kenaikan suhu yang signifikan, dengan dampak terus berlanjut hingga akhir musim kemarau.
Karena perubahan iklim, masyarakat harus lebih waspada terhadap risiko, seperti kebakaran yang bisa terjadi karena daun kering dan angin kencang. “Jadi masyarakat harus ‘aware’ ya. Walaupun kadang-kadang orang berasumsi cuaca tidak menentu, tapi ini sudah jelas bahwa kita harus menjaga,” tambahnya.
Kota Semarang yang memiliki wilayah beragam, dari perbukitan hingga pesisir laut, diperkirakan memperbesar kemungkinan bencana jika tidak diantisipasi secara tepat. Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, menyebutkan bahwa pola cuaca tahun 2026 akan lebih ekstrem dibanding tahun sebelumnya. Perubahan suhu drastis dan hujan tiba-tiba disertai angin kencang menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.
Kalau kita bandingkan dengan 2025, 2026 ini relatif fenomenal sekali. Ini cuaca panas, tiba-tiba nanti menjelang siang atau sore hujan deras disertai dengan angin kencang,” jelasnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Kota Semarang diperkirakan dimulai pada Mei 2026. Namun, hingga April 2026, masih ada potensi hujan dan angin kencang. Sebagai tindakan nyata, BPBD telah menyediakan cadangan air bersih satu juta liter yang akan didistribusikan sesuai kebutuhan warga di wilayah terdampak.
“Kapan pun permintaan warga, di manapun nanti akan kami kirim sesuai permintaan warga,” pungkasnya.