Key Discussion: Trump ultimatum sekutu Eropa agar urun tenaga amankan Selat Hormuz
Trump Ultimatum ke Sekutu Eropa untuk Amankan Selat Hormuz
Washington memberikan peringatan terakhir kepada sekutu Eropa agar terlibat langsung dalam menjaga keamanan Selat Hormuz, menurut laporan Der Spiegel yang diterbitkan pada Kamis. Tuntutan ini dibahas dalam pertemuan yang bersifat tertutup antara Presiden AS Donald Trump dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih, seperti diungkapkan seorang diplomat Eropa yang tidak disebutkan namanya. Setelah diskusi tersebut, Rutte mengirimkan pesan kepada rekan-rekan di Eropa, menekankan bahwa Washington menuntut “komitmen nyata” dalam beberapa hari mendatang.
Kritik terhadap Keterlibatan Sekutu di Eropa
Para diplomat menggambarkan permintaan Trump sebagai “ultimatum” karena pemerintahannya telah jelas menunjukkan ketidakpuasan terhadap “janji politik” yang diberikan oleh sekutu di Eropa. Namun, masih belum jelas apakah AS mendorong misi NATO secara resmi atau hanya kerja sama nasional yang terpadu. Di sisi lain, negara-negara utama Eropa, termasuk Jerman, masih enggan mengirimkan armada laut untuk melindungi jalur transportasi di Selat Hormuz. Hal ini disebabkan oleh ketidaksabaran AS dan Israel dalam meminta persetujuan mereka sebelum menyerang Iran.
“NATO tidak hadir saat kami membutuhkan mereka, dan mereka pasti tak akan hadir lagi nanti,” ujar Trump setelah pertemuan dengan Rutte.
Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa Trump percaya NATO “telah diuji, dan gagal” dalam menghadapi perang dengan Iran. “Cukup menyedihkan karena NATO berpaling dari rakyat Amerika dalam enam pekan terakhir ini ketika rakyat Amerikalah yang mendanai pertahanan mereka,” tambahnya.
Kanselir Jerman Kritik Strategi AS dan Israel
Kanselir Jerman Friedrich Merz sebelumnya menyoroti ketidakjelasan strategi yang diterapkan oleh AS dan Israel dalam berperang. Ia menegaskan bahwa Jerman hanya akan bantu amankan jalur laut Selat Hormuz setelah gencatan senjata diumumkan, dengan mandat internasional dan persetujuan dari parlemen. Merz menyebut langkah AS dan Israel sebagai tindakan yang tidak terkoordinasi.