Special Plan: PB ESI siapkan strategi dua pilar bidik prestasi di ENC 2026
Strategi Dua Pilar PB ESI untuk Mencapai Hasil Optimal di ENC 2026
Jakarta – Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) sedang menggarap rencana strategi yang terpusat pada dua aspek utama. Tujuannya adalah memastikan kinerja maksimal dalam Esports Nation Cup (ENC) 2026. Menurut Glorya Famiela Ralahalo, manajer tim nasional esports Indonesia, dua pilar tersebut mencakup seleksi talenta dan program pelatnas yang didasari ilmu olahraga ilmiah.
Seleksi Atlet dan Pelatih yang Teruji
Glorya menyatakan, Indonesia memiliki banyak atlet esports berkualitas yang telah menunjukkan performa luar biasa di berbagai kompetisi internasional. “Para pemain dan pelatih yang terpilih akan memiliki kemampuan, mentalitas, pengalaman, serta catatan prestasi yang terbukti,” tuturnya dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis.
“Kita berpusat pasti pada dua pilar. Yang pertama, pasti akan ada seleksi talenta-talenta atlet dan pelatih. Dan yang kedua, program pelatnas yang akan kita tampilkan nanti itu pasti berbasis sports science,”
Program Pelatnas Berbasis Sports Science
Menurut Glorya, keunggulan individu saja tidak cukup untuk meraih kemenangan di level ENC. Oleh karena itu, pilar kedua berfokus pada penyusunan program pelatnas yang profesional dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya melatih teknik dan taktik, tetapi juga memberikan pendekatan menyeluruh terhadap kondisi fisik dan psikologis atlet.
“Nanti melalui pelatnas sendiri, PB ESI tidak hanya mengatasi teknis dan taktik game saja. Tapi kami itu nanti menerapkan seperti pendekatan holistik yang mencakup kebugaran fisik. Terus nanti ada pemulihan, mental health, evaluasi nutrisi, sampai pendampingan psikolog olahraga,”
Persiapan untuk SEA Esports Nation Cup 2026
Sebagai langkah awal, timnas esports Indonesia akan mengikuti SEA Esports Nation Cup 2026, yang akan berlangsung 7-9 Mei 2026 di Ho Chi Minh City, Vietnam. Dalam edisi pertama, ajang ini akan mencakup lima game utama dengan total sembilan nomor pertandingan: PUBG Mobile, Teamfight Tactics, Crossfire Legends, Total Football, dan Audition.
Glorya menambahkan, fokus utama timnas adalah menggabungkan pemain berbakat dari berbagai klub agar memiliki kesatuan mental dan chemistry yang kuat. “Jadi, ya fokus utama kita itu adalah menyatukan para pemain yang berbintang ini dari berbagai macam klub untuk memiliki satu chemistry, satu semangat untuk membela Merah Putih,” ujarnya.
Proses Seleksi yang Terstruktur
Untuk memilih pelatih, manajemen timnas akan menentukan kandidat potensial untuk setiap nomor pertandingan. “Lalu kemudian nanti para pelatih tersebut lah yang akan memilih komposisi atlet dari setiap nomor game yang dipertandingkan, seperti itu. Dan, sejauh ini yang kita submit hampir keseluruhan dari game-game tersebut,” jelas Glorya.
“Hopefully, dapat bersaing dari babak kualifikasi hingga main event nanti,”