Main Agenda: Pramono segera panggil seluruh PPSU, imbas pemalsuan laporan JAKI
Pramono Segera Undang Seluruh PPSU, Dampak Pemalsuan Laporan JAKI
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengadakan pertemuan “town hall meeting” dengan seluruh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) setelah ditemukan adanya pemalsuan bukti tindak lanjut pengaduan masyarakat menggunakan foto rekayasa di aplikasi JAKI.
Rapat tersebut akan diadakan pada pekan depan di Balai Kota, dan Pramono akan menyampaikan peringatan kepada siapa pun yang terlibat dalam kejadian pemalsuan laporan. “Minggu depan saya akan meminta semua PPSU dan yang berkaitan dengan JAKI untuk hadir di sini. Saya akan menyampaikan dan memberikan peringatan kepada pelaku, kami tidak akan memberikan maaf. Langsung kami berhentikan,” kata Pram, sapaan akrabnya, saat ditemui di Balai Kota, Kamis.
“Kami sudah mengidentifikasi PPSU-nya, lurahnya kami copot termasuk kasi-kasinya. Ini wajah Jakarta. Kepercayaan warga adalah yang utama,” papar Pramono.
Pramono juga menegaskan bahwa kejadian serupa di Jakarta Selatan, yang terkait manipulasi laporan melalui teknik ‘time lapse,’ sedang ditangani secara serius. Menurutnya, insiden ini bukan yang pertama kali terjadi, bahkan dilakukan oleh oknum yang sama. Oleh karena itu, ia langsung mengambil langkah tegas mulai dari pencopotan lurah hingga kepala seksi (kasi) yang lalai dalam pengawasan.
Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mengurangi jumlah pengaduan masyarakat ke JAKI. Ia menyebutkan dasbor aduan tetap dipantau setiap hari, dan angka partisipasi warga stabil. Namun, kasus manipulasi dianggap sebagai pelanggaran berat yang merusak kredibilitas layanan publik.
“Semua yang terlibat, baik di Jakarta Selatan, Kalisari, atau tempat lain, tidak akan ada kompromi,” tegas Pramono.