Special Plan: Alasan China Menang Telak Salip Amerika Pakai AI dan Robot
Alasan China Menang Telak Salip Amerika Pakai AI dan Robot
Rencana Kebijakan Strategis
Pemerintah Tiongkok sedang berusaha secara intensif untuk mengungguli Amerika Serikat (AS). Strategi utamanya melibatkan pengembangan berbagai teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI). Hal ini dijelaskan dalam dokumen rencana kebijakan lima tahun terbaru. Dalam laporan tersebut, pemerintah menyatakan ambisi untuk mengadopsi AI secara menyeluruh di berbagai sektor, serta memimpin pengembangan teknologi seperti komputasi kuantum dan robot humanoid.
Menurut rencana, Tiongkok berharap menguasai posisi utama dalam inovasi teknologi dan ilmu pengetahuan. “Negara ini bertujuan merebut kepemimpinan dalam pembangunan teknologi inti utama,” tulis dokumen itu, sebagaimana dikutip Reuters pada Kamis (9/4/2026). Kebijakan lima tahun ini mencakup target dan kebijakan sosial-ekonomi yang luas. Reuters melaporkan bahwa AI disebut lebih dari 50 kali, serta terdapat rencana aksi AI+ yang menyeluruh.
Fokus pada Pekerjaan dan Kinerja
Langkah-langkah dalam rencana tersebut menyoroti kebutuhan Tiongkok untuk mengatasi tantangan tenaga kerja yang menua dan krisis demografi. Hal ini juga mencerminkan persaingan sengit dengan AS. Beberapa inisiatif termasuk penggunaan robot untuk mengisi posisi di sektor dengan kurangnya tenaga kerja, serta penerapan agen AI yang memerlukan sedikit intervensi manusia.
Kyle Chan dari lembaga think tank Brookings Institution menambahkan bahwa tujuan penggunaan AI dan robotika adalah meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai bidang. “Beijing ingin memperkuat kapasitas sektor manufaktur, logistik, pendidikan, dan layanan kesehatan melalui teknologi ini,” ujarnya.
Perbedaan Pendekatan dengan AS
Berbeda dengan pendekatan AS, Tiongkok menekankan penggunaan sumber terbuka dalam pengembangan AI. Analis dari Gavekal Dragonomics, Tilly Zhang, mengatakan ini menjadi ciri khas kebijakan negara tersebut. “Sumber terbuka tidak disebutkan dalam laporan sebelumnya, sehingga ini merupakan perbedaan utama dalam strategi AI Tiongkok dan AS,” katanya. Menurut Zhang, pemerintah Tiongkok memutuskan untuk mengadopsi pendekatan ini sebagai keunggulan strategis.
Dalam rencana ini, juga disebutkan komitmen untuk meningkatkan investasi pada teknologi AI, komputasi kuantum, hingga 6G. Termasuk pengembangan terobosan dalam bidang fusi nuklir, yang dianggap sebagai prioritas utama dalam meningkatkan kemampuan teknologi nasional.
“China akan merebut posisi terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mencapai terobosan penting dalam teknologi inti utama,”
“Tujuan Beijing menggunakan AI dan robotika adalah meningkatkan produktivitas dan kinerja di berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga perawatan kesehatan,”
“Sumber terbuka tidak disebutkan dalam laporan sebelumnya dan ini adalah perbedaan utama antara pendekatan AI Tiongkok dan AS,”