New Policy: Sudah Habis Rp 244 Triliun, Hasilnya Baru Kelihatan Setelah 9 Bulan
Sudah Habis Rp 244 Triliun, Hasilnya Baru Kelihatan Setelah 9 Bulan
Meta mengalokasikan dana sebesar US$14,3 miliar atau setara Rp 244 triliun untuk penelitian AI dalam perusahaan. Proyek ini menghasilkan model AI utama pertama mereka, Avocado, yang tergabung dalam seri Muse. Menurut laporan CNBC Indonesia, perusahaan menyatakan bahwa tim Superintelligence Labs membangun kembali sistem AI mereka dari awal, bergerak lebih cepat dibandingkan siklus pengembangan sebelumnya dalam sembilan bulan terakhir.
“Selama sembilan bulan terakhir, Meta Superintelligence Labs membangun kembali sistem AI kami dari awal, bergerak lebih cepat dibandingkan siklus pengembangan sebelumnya,” ujar Meta, dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (9/4/2026).
Model awal Avocado dirancang dengan prinsip kecil dan cepat, namun mampu menyelesaikan pertanyaan rumit. Perusahaan menegaskan bahwa ini merupakan dasar kuat untuk pengembangan generasi berikutnya. Meski seri Muse Spark tidak dianggap sebagai model kelas atas, Meta menyoroti keunggulan efisiensi dan kinerja yang kompetitif untuk berbagai tugas.
Dana Rp 244 triliun termasuk investasi pada startup ScaleAI yang dipimpin oleh Alexandr Wang. Pria berusia 29 tahun ini kemudian bergabung dengan unit Meta Superintelligence Labs yang menghasilkan Avocado. Meta terus bersikeras dalam pengembangan AI sendiri, berkompetisi ketat dengan perusahaan seperti Anthropic dan Google.
Sayangnya, peluncuran model open source perusahaan di bulan April lalu mengecewakan. CNBC Internasional menyebutkan bahwa kegagalan ini mendorong CEO Meta Mark Zuckerberg untuk mengubah strategi AI perusahaannya. Meski demikian, investasi besar ini diharapkan memberikan dampak signifikan dalam jangka panjang.