Berita

Visit Agenda: Pria di Makassar Babak Belur Dihajar Massa, Diduga Hendak Curi Motor Warga

Pria di Makassar Babak Belur Dihajar Massa, Diduga Hendak Curi Motor Warga Visit Agenda - Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi saksi bisu aksi kekerasan

Desk Berita
Published Mei 30, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Pria di Makassar Babak Belur Dihajar Massa, Diduga Hendak Curi Motor Warga

Visit Agenda – Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi saksi bisu aksi kekerasan yang terjadi pada Jumat (29/5/2026). Seorang pria bernama Jaka Prakasa (33) menjadi korban dari amukan warga setelah dituduh mencuri sepeda motor milik tetangganya. Peristiwa ini memicu reaksi cepat dari polisi yang segera tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi. Menurut informasi dari masyarakat, pelaku telah berada di tengah kerumunan warga yang marah karena kecurigaan bahwa ia mencuri kendaraan.

Kerumunan Warga Keluarkan Pelaku dari Kondisi Terluka

Unit Jatanras Polrestabes Makassar menerima laporan tentang kejadian tersebut dan langsung melakukan penyelidikan. Aipda Zulqadri, Katim Jatanras, menjelaskan bahwa petugas kepolisian mendapatkan kabar adanya seorang pria yang sedang dianiaya oleh warga di Jalan Tamalate Tiga. Saat tim tiba, pelaku sudah dalam keadaan terluka parah akibat pukulan yang diberikan oleh massa. Selain itu, ia juga terikat oleh warga yang tidak sabar menunggu polisi datang.

“Saat anggota mendatangi TKP, pelaku sudah babak belur dihajar warga dan sementara terikat. Jadi kami menghalau warga, selanjutnya kami membawa pelaku,” ujar Zulqadri.

Kelompok warga yang terlibat dalam penangkapan tersebut mengaku mengira pelaku sedang berusaha melarikan diri setelah mencuri motor milik seorang warga. Aksi pencurian tersebut terjadi di salah satu toko yang berada di kawasan Jalan Tamalate Tiga. Menurut laporan warga, pria itu mengambil sepeda motor tanpa sepengetahuan pemiliknya sementara sedang berbelanja. Ketika petugas tiba, pelaku sudah berhasil ditangkap dan diberikan tindakan pencegahan agar tidak terjadi aksi lebih lanjut yang bisa berbahaya.

Temuan Narkotika Sintetis Pemicu Perkembangan Kasus

Dalam proses penggeledahan, petugas menemukan barang bukti yang menambah kompleksitas kasus. Satu saset paket ditemukan di dalam saku pelaku yang diduga berisi narkotika jenis tembakau sintetis. Temuan ini menjadi perhatian penyidik karena berkaitan dengan tindak pidana lain yang mungkin dilakukan oleh pelaku. “Saat digeledah kami menemukan satu sachet paket yang diduga jenis sintetis,” tambah Zulqadri.

Penyidik mengungkap bahwa pelaku tidak hanya terlibat dalam pencurian motor, tetapi juga diduga menyimpan barang ilegal. Keberadaan narkotika sintetis ini memperkuat dugaan bahwa individu tersebut memiliki aktivitas kriminal yang lebih luas. Kini, polisi sedang melakukan pendalaman untuk memastikan hubungan antara aksi pencurian dan penggunaan narkotika. Selain itu, mereka juga berusaha mengidentifikasi sumber paket tersebut.

Proses Penyelidikan Terus Berjalan Meski Masyarakat Telah Penuhi Kewajibannya

Setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, pelaku langsung dibawa ke Polrestabes Makassar untuk diperiksa lebih lanjut. Petugas menyatakan bahwa pengambilan saksi dan keterangan dari warga sekitar menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. “Untuk selanjutnya kami langsung membawa dan melakukan pendalaman terhadap pelaku,” ucap Zulqadri.

Kasus ini menunjukkan koordinasi yang baik antara masyarakat dan polisi dalam menangani kejahatan di lingkungan mereka. Warga yang awalnya marah tetapi dengan cepat menyerahkan pelaku ke pihak berwenang menunjukkan kepercayaan terhadap kepolisian. Meski demikian, aksi kekerasan yang terjadi sebelum petugas tiba memicu kekhawatiran tentang keterlibatan warga dalam proses hukum yang kurang formal.

Kawasan Jalan Tamalate Tiga kerap menjadi sasaran kejahatan karena letaknya strategis dan akses yang mudah. Sejumlah warga mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan pertama kalinya pelaku muncul di area tersebut. Mereka berharap polisi bisa menindaklanjuti kasus ini hingga ke tahap pemeriksaan lebih mendalam. “Kami yakin ada kecurigaan bahwa pelaku sudah melakukan aksi serupa sebelumnya,” kata warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Kerja Sama Antara Polisi dan Masyarakat Diperlukan untuk Mencegah Kejahatan

Menurut Zulqadri, kejadian tersebut menegaskan pentingnya kerja sama antara warga dan petugas kepolisian dalam menangani tindak pidana. Ia menjelaskan bahwa Unit Jatanras berupaya menjaga keamanan di tengah masyarakat yang masih kritis terhadap kejahatan kriminal. “Kami berharap warga tetap aktif dalam melaporkan kejadian yang mencurigakan,” tambahnya.

Kasus Jaka Prakasa juga mengungkap fenomena kekerasan yang sering terjadi di Kota Makassar sebagai bentuk reaksi cepat warga terhadap kejahatan. Meski kekerasan bisa menjadi solusi sementara, Zulqadri menekankan bahwa proses hukum formal tetap diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara keadilan dan hak pelaku. “Warga bisa mengambil langkah tegas, tetapi polisi tetap menjadi penegak hukum yang bertugas menjaga keadilan,” ujarnya.

Di sisi lain, temuan narkotika sintetis yang ditemukan dalam kantong pelaku menambah kemungkinan bahwa ia terlibat dalam dua tindak pidana sekaligus. Polisi berencana melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk memastikan apakah narkotika tersebut berkaitan langsung dengan aksi pencurian. “Kami masih mengumpulkan data untuk memvalidasi dugaan ini,” kata Zulqadri.

Kasus ini juga memicu wacana tentang penegakan hukum yang lebih baik. Banyak masyarakat mengapresiasi kecepatan tindak lanjut polisi, tetapi sebagian mengkritik kekerasan yang berlebihan. “Warga berhak menegakkan hukum, tetapi seharusnya dengan cara yang terencana,” kata salah seorang penduduk yang menghadiri kejadian tersebut.

Pelaku sendiri terlihat terkejut dan menyesal setelah ditangani polisi. Ia mengakui telah merencanakan pencurian motor dan berharap bisa melalui proses hukum yang adil. “Saya hanya ingin mengambil motor itu untuk kebutuhan saya, tidak ada niat membahayakan orang lain,” katanya saat diperiksa di Polrestabes Makassar.

Peristiwa ini diharapkan menjadi contoh bagaimana masyarakat dan polisi bisa bekerja sama untuk mengatasi kejahatan di lingkungan mereka. Namun, kejadian ini juga menyoroti pentingnya pendidikan hukum kepada warga agar tidak langsung mempergunakan kekerasan sebagai solusi. Zulqadri menyatakan bahwa tim Jatanras akan terus memantau kejadian serupa di kawasan tersebut untuk mencegah aksi serupa terulang.

Leave a Comment