Yamal Kena Rasialisme Lagi – FIFA Investigasi Islamofobia di Spanyol

Yamal Kena Rasialisme Lagi, FIFA Investigasi Islamofobia di Spanyol

Lamine Yamal, bintang Barcelona, kembali mengalami diskriminasi rasial dalam pertandingan. Insiden ini memicu FIFA untuk mengambil langkah investigasi. Pemain berusia 16 tahun itu sempat diserang oleh suporter saat melaksanakan umpan silang di pertandingan melawan Atletico Madrid di Stadion Metropolitano, Sabtu (5/4).

Suara anti-Islam kembali menghiasi suasana stadion. Nyanyian “Pergi sana bermain dengan Maroko” terdengar saat Yamal melakukan tugas di lapangan. Selain itu, lagu “siapapun yang tidak lompat adalah muslim” juga muncul, menunjukkan adanya stigma yang berkelanjutan terhadap pemain asal Maroko.

“Pekan ini, FIFA membuka penyelidikan atas insiden yang terjadi di Stadion RCDE selama pertandingan persahabatan antara Spanyol dan Mesir,” kata Football-Espana, Kamis (9/4).

Phenomena ini tidak hanya terjadi di dalam stadion, tetapi juga di luar. Tindakan tersebut dianggap sengaja untuk mengganggu mental pemain yang dianggap menjadi andalan tim. Sebelumnya, dalam uji coba Spanyol vs Mesir, suara rasialis juga pernah terdengar.

Dalam pertandingan Real Madrid melawan Bayern Munchen di Stadion Santiago Bernabéu, serupa dengan kejadian di RCDE, nyanyian Islamofobia muncul sebelum pertandingan dimulai. [Gambas:Twitter]

Persoalan ini dinilai serius oleh pihak berwenang. Karena bisa merusak reputasi sepak bola Spanyol, polisi Catalan tengah menyelidiki kasus-kasus serupa. Tren anti-Islam yang meresahkan berlangsung selama delapan hari terakhir, menurut Football Espana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *