Facing Challenges: John Herdman puji Calvin Verdonk sebagai pemain yang komplet
John Herdman puji Calvin Verdonk sebagai pemain yang komplet
Pujian untuk Versatile Player Timnas Indonesia
Jakarta, 21 Januari 2024 – John Herdman, pelatih timnas Indonesia, memberikan apresiasi kepada Calvin Verdonk atas kemampuannya menggabungkan peran dalam pertandingan. Pemain asal Belanda itu tampil dalam dua posisi berbeda pada laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin lalu. Meski timnya kalah 0-1 melawan Bulgaria, Herdman tetap mengakui performa Verdonk yang menurutnya sangat mengesankan.
“Penampilannya malam ini luar biasa. Dia pemain yang komplet. Ia punya kecerdasan taktik, kecepatan, stamina, akselerasi, dan visi umpan yang baik,” ujar Herdman dalam jumpa pers pasca-pertandingan.
Verdonk menunjukkan kemampuan mengendalikan permainan sambil tetap bisa berkontribusi di sektor penyerangan. Dalam laga tersebut, Herdman menempatkan Verdonk sebagai gelandang bertahan dan kemudian mengubahnya menjadi gelandang serang dengan peran ‘nomor 10’.
Pemain yang kini bermain di Lille, Liga Prancis, ini sebelumnya di era Patrick Kluivert lebih sering ditempatkan sebagai bek sayap atau bek tengah. Namun, di bawah asuhan Shin Tae-yong, Verdonk lebih fokus pada peran bertahan. Kini, Herdman melihat potensi Verdonk untuk terus berkembang sebagai pengontrol tempo di lini tengah.
“Dan saya pikir Calvin akan menjadi bagian besar dari masa depan tim ini dalam mengontrol tempo di lini tengah,” tambah Herdman.
Di sisi lain, Verdonk menyatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan posisi yang diberikan oleh pelatih. Ia bersedia bermain di mana pun diperlukan, baik sebagai gelandang, bek sayap, bek tengah, maupun ‘nomor 10’.
“Saya bermain di posisi mana pun pelatih menempatkan saya. Entah itu, gelandang, atau bek sayap, bek tengah. Hari ini juga nomor 10. Saya akan bermain di posisi mana pun yang pelatih mau dan itu tidak masalah,” ucap Verdonk di mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Dalam musim ini, Verdonk telah tampil 21 kali bersama Lille, termasuk 13 pertandingan di Ligue 1 dan tujuh di Liga Europa. Ia berhasil mencatatkan satu assist, yang membantu timnya berada di peringkat lima klasemen liga dengan 47 poin. Kinerjanya juga berkontribusi pada lolosnya Lille ke babak 16 besar Liga Europa.