Meeting Results: Negara NATO Ini Diam-Diam Bantu Iran, Bagi Info ‘A1’ Lawan Israel
Negara NATO Ini Ternyata Bantu Iran Berbagi Informasi Lawan Israel
Budapest, ibukota Hongaria, dikabarkan melakukan kerja sama dengan Teheran dalam menyebarkan data intelijen mengenai serangan Israel yang menargetkan anggota Hizbullah pada 2024. Langkah ini menimbulkan pertanyaan tentang sikap geopolitik Hongaria yang biasanya dianggap sebagai sekutu dekat Israel.
Telepon Antara Menteri Luar Negeri Kedua Negara
Mengutip laporan The Washington Post yang diterbitkan The Times of Israel pada Rabu, 08 April 2026, sebuah transkrip pemerintah Hongaria menyebutkan adanya panggilan antara Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada 30 September 2024. Dalam percakapan itu, Szijjarto menegaskan bahwa dinas intelijen Hongaria telah melakukan penyelidikan dan akan membagikan seluruh informasi yang diperoleh mengenai insiden ledakan tersebut.
“Pager-pager tersebut tidak diproduksi di Hongaria, mereka tidak pernah berada di Hongaria, dan tidak ada perusahaan Hongaria yang pernah terlibat secara langsung dengan perangkat ini. Jadi kami tidak memiliki hubungan dengan insiden tersebut,” ujar Szijjarto dalam transkrip percakapan.
Langkah Szijjarto terjadi setelah ribuan perangkat pager milik Hizbullah meledak di Lebanon pada 17 September 2024. Tragedi itu menewaskan 12 orang dan melukai hampir 3.000 pihak. Hongaria terlibat karena perusahaan Taiwan menyatakan perangkat tersebut diproduksi oleh pabrik Hongaria di bawah lisensi.
Meski begitu, Szijjarto berusaha mengklaim bahwa Hongaria tidak memiliki keterlibatan langsung dengan serangan tersebut. Araghchi, sementara itu, menyambut baik tawaran kerja sama itu. Namun, isi informasi yang akan diberikan Budapest ke Iran belum dijelaskan secara detail.
Keterlibatan Politik dengan Israel
Hongaria sering kali mendukung Israel di berbagai forum internasional. Negara ini juga menjaga hubungan erat dengan pemerintahan Israel dan Amerika Serikat. Dalam sebuah pertemuan pada Maret lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka memuji Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, menyebutnya sebagai pendukung kuat Israel.
“Saya berada di Budapest untuk membantunya dalam siklus kampanye ini,” kata Wakil Presiden AS JD Vance saat berkunjung ke Hongaria.
Vance menegaskan dukungan terhadap kampanye Orban. Seorang mantan pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa meskipun Hongaria berusaha meredakan ketegangan dengan Iran setelah insiden, tindakan ini bertentangan dengan kebijakan pro-Israel yang mereka promosikan secara konsisten.
“Hongaria adalah salah satu negara yang paling setia mendukung Israel dalam kebijakannya. Mereka sering memberi suara sama dengan AS dalam rapat internasional, sementara negara-negara Eropa lainnya cenderung mengambil posisi netral,” tambah pejabat tersebut.