Special Plan: Trump, China & Italia Bantu Mati-Matian, Harga Batu Bara Tetap Ambles
Trump, China & Italia Bantu Mati-Matian, Harga Batu Bara Tetap Ambles
Penurunan Harga Batu Bara Berlanjut Meski Ada Kabar Positif
Jakarta, harga batu bara masih mengalami penurunan meskipun terdapat berbagai informasi optimis. Menurut Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Kamis (9/4/2026) ditutup di level US$ 132,4 per ton, turun sebesar 0,04%. Penurunan ini memperpanjang tren penurunan harga batu bara, yang telah anjlok 6,1% dalam dua hari terakhir.
Harga batu bara cenderung terus menurun seiring penurunan harga energi lainnya, seperti minyak dan gas. Meski ada upaya dari beberapa negara untuk mengembalikan kestabilan pasar, dampaknya belum cukup menghentikan aliran penurunan.
Revisi Regulasi di AS untuk Melemahkan Biaya Produksi
Pemerintahan Donald Trump mengusulkan perubahan signifikan terhadap aturan federal mengenai limbah abu batu bara. Rancangan ini mencakup rencana mengecualikan lebih dari 100 lokasi pembuangan abu dari kewajiban pembersihan oleh EPA. Perubahan tersebut berpotensi mempermudah operasional perusahaan utilitas dan industri batu bara.
“Kami mengusulkan perubahan ini untuk meningkatkan transparansi dan mendorong pemulihan sumber daya, sambil tetap melindungi kesehatan manusia dan lingkungan bagi seluruh warga Amerika saat ini dan di masa depan,” ujar Administrator EPA Lee Zeldin dalam siaran pers.
Zeldin juga menegaskan bahwa rancangan ini bertujuan memulihkan dominasi energi Amerika, memperkuat koordinasi federal, serta mengakomodasi kekhususan di sejumlah fasilitas pengolahan batu bara.
Italia Mundur dari Komitmen Penutupan Pembangkit Batu Bara
Italia memutuskan menunda penutupan empat pembangkit listrik tenaga batu bara hingga 2038. Keputusan ini diambil setelah krisis energi di Timur Tengah meningkatkan biaya pembangkitan listrik berbasis gas.
Kebijakan ini diintegrasikan ke dalam rancangan undang-undang yang lebih luas. Parlemen menyetujui aturan tersebut setelah pemerintah mengaitkannya dengan mosi kepercayaan. Kekalahan dalam pemungutan suara bisa mengakibatkan runtuhnya koalisi pemerintahan sayap kanan.
Keputusan ini menjadi langkah mundur dari komitmen awal pada 2017, saat Perdana Menteri Paolo Gentiloni berencana menghapus penggunaan batu bara di daratan utama pada 2025 dan di Pulau Sardinia pada 2028. Meski demikian, Sardinia masih bergantung pada batu bara karena keterbatasan akses ke jaringan Eropa dan kecepatan pengembangan energi terbarukan.
“Pembangkit tersebut bisa dipertahankan sebagai cadangan strategis yang aktif jika dibutuhkan,” kata Riccardo Molinari, anggota parlemen dari Partai Lega yang mendukung perubahan ini.
Perkembangan di Tiongkok: Kenaikan Ringan Tapi Terbatas
Di sisi lain, harga batu bara termal di mulut tambang utama Tiongkok sedikit naik, mengikuti tren pemulihan kecil yang didorong oleh aktivitas restocking. Namun, kehati-hatian masih mendominasi pasar, sehingga kenaikan harga terus terbatas.
Kenaikan juga dipengaruhi oleh pembelian ulang oleh pengguna akhir. Meski demikian, peningkatan ini belum cukup untuk menghentikan tekanan harga secara keseluruhan.