New Policy: Trump Marah Hanya 2 Kapal Ini Boleh Lewat Hormuz: Tak Sesuai Janji!
Trump Kesal Dua Kapal Boleh Melintas Hormuz: Tidak Sesuai Janji
Setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal-kapal perdagangan minyak, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengkritik keputusan tersebut dalam postingan di Truth Social pada Rabu (8/4) malam waktu AS. “Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan bisa dikatakan tidak terhormat, dalam mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz,” tulis Trump. “Ini bukan kesepakatan yang kita buat!” tambahnya.
Kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran diumumkan pada Senin (6/4) setelah lebih dari sebulan perang. Dalam perjanjian ini, Iran setuju membuka jalur Selat Hormuz untuk kapal tertentu, termasuk yang bernaungan bendera Lebanon. Namun, Trump ingin memastikan kontrol atas minyak Iran dan Selat Hormuz. Ia bahkan menyarankan negara lain membeli minyak dari AS saat militer AS menyerang Iran.
Komentar Menteri Luar Negeri Iran
“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan diberikan dengan koordinasi angkatan bersenjata Iran dan pertimbangan keterbatasan teknis,” jelas Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pernyataan resmi.
Keesokan harinya, Israel melanggar kesepakatan dengan menyerang Lebanon secara keras. Kota Tel Aviv menyatakan negara ini tidak termasuk dalam gencatan. Iran menyebut AS melanggar tiga poin: menyerang Lebanon, rudal memasuki wilayah udara Iran, serta menyangkal hak pengayaan uranium Iran. Sebagai balasan, Iran mempertimbangkan kembali penutupan Selat Hormuz.
Dalam pelacakan kapal oleh MarineTraffic, dua tanker tetap melewati jalur strategis tersebut. Kedua kapal itu adalah NJ Earth dari Yunani dan Daytona Beach berbendera Liberia. Mereka menjadi kapal pertama yang melintas Selat Hormuz sejak pengumuman gencatan senjata AS-Iran.