New Policy: Pemerintah modernisasi transportasi massal di Kalimantan Timur
Pemerintah Kalimantan Timur Percepat Modernisasi Sistem Transportasi Umum
Samarinda, Jumat – Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi umum di sejumlah kota Kalimantan Timur (Kaltim) terus berjalan. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah memastikan mobilitas masyarakat terjaga serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Sejumlah analis kebijakan, seperti Mochammad Rayani dari Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, menyatakan bahwa Kaltim sedang melakukan perubahan besar dalam menyediakan angkutan perkotaan modern yang lebih nyaman bagi warganya.
Proyek Transportasi Massal di Balikpapan
Salah satu proyek yang dijadwalkan menjadi contoh nyata adalah Balikpapan City Trans (Bacitra) di Kota Balikpapan. Proyek ini mendapat dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam tahap awal. Saat ini, 21 unit bus Bacitra beroperasi sehari-hari, mencatatkan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas maksimal. Dalam sehari, layanan tersebut melayani sekitar 6.332 orang.
“Kaltim saat ini sudah memulai transformasi besar menghadirkan angkutan perkotaan modern yang nyaman bagi masyarakat,” ujar Rayani.
Kesiapan Kota Balikpapan untuk Mengelola Sendiri
Persiapan pemerintah daerah Balikpapan untuk mengambil alih pengelolaan proyek ini diharapkan rampung pada 2027. Hingga saat ini, Kementerian Perhubungan masih menanggung biaya operasional hingga tahun 2026. Namun, untuk tahun berikutnya, diperkirakan akan membutuhkan anggaran Rp22 miliar per tahun.
Dukungan infrastruktur seperti 125 halte juga terus ditingkatkan secara bertahap. Sebanyak 33 halte telah selesai dibangun berkat kerja sama antara pemerintah daerah dan dana sosial dari perusahaan-perusahaan.
Program Angkutan Massal di Samarinda
Selain Balikpapan, Samarinda juga bergerak mempercepat pengembangan sistem transportasi umum. Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penelitian kelayakan untuk menentukan tujuh rute utama dan enam rute pendukung.
“Target kami, program angkutan massal di Samarinda masuk ke dalam program Bappenas sehingga memperoleh kucuran dana dari pemerintah pusat pada tahun 2027 mendatang,” kata Manalu.
Dalam upaya ini, pemerintah lokal mengharapkan kehadiran angkutan umum berstandar pelayanan minimal. Sistem angkutan konvensional yang ada selama ini dianggap kurang efisien, karena tidak menjamin waktu tunggu yang pasti, sehingga mendorong masyarakat beralih ke kendaraan pribadi.
Kelancaran proyek ini dinilai penting untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas serta emisi gas buang di jalan raya. Selain itu, transisi ke transportasi umum diperkirakan juga membantu menghemat pengeluaran rumah tangga dalam hal transportasi.