Menlu Prancis: Serangan Israel ke Lebanon tidak dapat ditoleransi

Menteri Luar Negeri Prancis: Serangan Israel ke Lebanon Terus Mengganggu Perjanjian Damai

Dari Paris, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengungkapkan bahwa serangan Israel terhadap Lebanon terus mengganggu perjanjian damai yang sudah dicapai. Ia menegaskan bahwa tindakan itu perlu ditolak karena menimbulkan dampak luas terhadap stabilitas wilayah tersebut.

“Serangan besar-besaran ini sangat disayangkan dan berpotensi memicu konflik global yang lebih luas,” ujar Barrot melalui saluran radio France Inter.

Barrot mengkhawatirkan bahwa konflik ini bisa memicu perang baru dan memperparah sikap radikal di wilayah tersebut. Ia menekankan perlunya pemulihan dialog antar pihak serta kembali mengoperasikan Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan internasional yang tak boleh diblokir.

Emmanuel Macron, Presiden Prancis, pada hari yang sama juga mengecam serangan Israel terhadap Lebanon, menekankan bahwa negara tersebut perlu diakui sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian Timur Tengah. Dalam data terkini dari Pertahanan Sipil Lebanon, serangan Israel Rabu (8/4) menyebabkan kematian minimal 254 orang dan cedera 1.165 warga.

Kawasan padat penduduk di ibu kota Lebanon, Beirut, menjadi salah satu wilayah paling terkena dampak. Barrot menyatakan bahwa serangan tersebut semakin tidak dapat ditoleransi karena mengancam kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *