Topics Covered: TXOne Networks Memperkuat Eksekusi Keamanan TO Melalui Model Skalabel Berbasiskan Kemitraan di Asia Pasifik
TXOne Networks Perkuat Eksekusi Keamanan TO Melalui Model Berbasis Kemitraan di Asia Pasifik
Dalam upaya mempercepat transformasi digital, perusahaan industri di kawasan Asia Pasifik terus menghadapi tantangan risiko serangan siber yang semakin kompleks. Kebutuhan akan integrasi antara teknologi informasi (TI) dan teknologi operasional (TO) mendorong peningkatan paparan terhadap ancaman keamanan, terutama pada infrastruktur kritis. Meski kemampuan mendeteksi risiko telah meningkat, fokus utama kini bergeser ke tahap implementasi nyata. Perusahaan industri kini diharapkan mengubah analisis risiko menjadi peningkatan performa bisnis yang terukur, tanpa mengganggu kestabilan operasional.
TXOne Networks menjawab tantangan ini dengan mengutamakan eksekusi operasional yang efektif. Perusahaan memberikan solusi untuk mengurangi risiko siber sambil memastikan ketersediaan sistem (uptime), keselamatan kerja, serta kelangsungan produksi. Di Asia Pasifik, sekitar setengah dari perusahaan industri masih menganggap keamanan siber sebagai hambatan utama dalam mendorong transformasi digital di lingkungan TO. Kini, tantangan utamanya bukan hanya mengidentifikasi ancaman, tetapi juga mengambil tindakan prioritas, menerapkan perlindungan yang tepat, dan meminimalkan titik rentan tanpa mengganggu operasi.
Model Eksekusi Berbasis Kemitraan
Kemitraan menjadi pilar utama dalam pendekatan TXOne. Model operasional mereka fokus pada pengurangan risiko secara bertahap, dengan perlindungan yang tidak menghambat aktivitas industri. Dengan strategi ini, TXOne menghindari penggantian sistem berbiaya tinggi, melainkan menjaga keandalan dan kesinambungan sistem lama, termasuk yang tidak dapat diperbarui. Hal ini memperpanjang siklus penggunaan aset sekaligus meningkatkan ketahanan jangka panjang.
“Risiko serangan siber dalam lingkungan OT kini menjadi risiko bisnis—dihukum dari downtime, kegagalan produksi, hingga gangguan operasional,” kata Nasser Zayour, Vice President Global Alliances and Channels TXOne Networks. “Visibilitas risiko memang meningkat, namun tantangan terbesar ada pada eksekusi. Industri membutuhkan pendekatan yang berbeda: menggabungkan solusi keamanan TO khusus dengan ekosistem kemitraan kuat agar mencapai dampak yang nyata dan konsisten.”
Kemitraan juga memainkan peran penting dalam menghadapi regulasi yang semakin ketat di Asia Pasifik. Negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Australia terus memperketat aturan keamanan siber untuk sektor industri. Regulasi ini mendorong adopsi metode segmentasi, arsitektur zona, serta pendekatan perlindungan khusus untuk TO. Fenomena ini berdampak pada pertumbuhan pasar keamanan siber TO yang diprediksi mencapai USD 10,82 miliar pada 2033.
TXOne Networks berkolaborasi dengan mitra utama, termasuk Integrator Sistem Global, OEM, dan penyedia layanan keamanan terkelola, untuk menyebarkan solusi yang skalabel. Dengan pendekatan ini, perusahaan industri dapat menjalankan keamanan siber secara efisien, sambil memastikan hasil yang bisa diterapkan di berbagai wilayah dan industri. Untuk membahas pergeseran ini, Zayour akan tampil dalam panel di GITEX Asia 2026: Sesi Diskusi Panel: From Cyber Risk to Business Risk: Making Security Quantifiable, Insurable & Actionable.
Peserta acara dapat mengunjungi booth TXOne Networks di HC-109 untuk mempelajari solusi keamanan siber TO dan ekosistem kemitraan mereka. TXOne menawarkan berbagai produk yang menjaga keandalan, keamanan, serta kesinambungan sistem kendali industri dan teknologi operasional. Sistem perlindungan jaringan dan endpoint mereka dirancang sesuai kebutuhan aktivitas industri, memastikan pertahanan yang efektif dan praktis.
Panel dan Pertemuan Keamanan
Pada tanggal 9 April 2026, pukul 15.35 Waktu Singapura, Zayour akan membahas isu keamanan siber dalam konteks bisnis di NXT Stage, Marina Bay Sands. Dalam pertemuan tersebut, TXOne Networks berupaya menjelaskan bagaimana eksekusi teknologi, strategi, dan ekosistem kemitraan dapat membantu perusahaan industri beralih dari pemahaman risiko menuju pengurangan yang terukur. Model ini dirancang untuk meningkatkan daya tahan bisnis di tengah dinamika lingkungan industri yang terus berubah.