Important News: China: kedaulatan Lebanon tidak boleh dilanggar, lindungi warga sipil

China: Kedaulatan Lebanon Tidak Boleh Dilanggar, Lindungi Warga Sipil

Beijing Mengecam Serangan Israel, Meminta Penahanan Diri

Beijing menjadi tempat pengumuman pemerintah Tiongkok yang mengecam tindakan militer Israel terhadap Lebanon. Mereka menekankan perlunya menjaga kedaulatan negara dan menjamin perlindungan warga sipil. Hal ini terkait dengan serangan udara besar-besaran yang dilakukan Israel ke area Dahiyeh, di bagian selatan Beirut, pada Rabu (8/4).

“Kedaulatan dan keamanan Lebanon tidak boleh dilanggar. Warga sipil serta kekayaan mereka harus dilindungi,” ujar Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (9/4).

Dalam rangkaian serangan, pasukan Israel melancarkan serangan terhadap lebih dari 100 titik di Beirut, Lembah Beqaa, dan daerah selatan Lebanon dalam waktu 10 menit. Serangan tersebut dinilai sebagai gelombang terbesar sejak perang antara Israel dan Hizbullah dimulai pada 2 Maret lalu.

Menurut laporan Lebanon News Agency, pesawat tempur Israel menargetkan beberapa kota, seperti Kafra, Jmaijmeh, Safad al-Battikh, Majdal Selm, Deir Antar, serta area sekitar jembatan Qasmiyeh. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat jumlah korban tewas sejak 2 Maret mencapai 1.739 orang, sementara korban luka mencapai 5.873. Selain itu, ada 138.000 orang yang berlindung di 678 lokasi pengungsian, dengan sebagian besar pengungsi, lebih dari 800.000 orang, tinggal di komunitas lokal atau lingkungan informal yang akses layanan dasarnya terbatas.

Iran dan AS Menyepakati Gencatan Senjata, Tapi Serangan Masih Berlanjut

Gencatan senjata sementara dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat diumumkan pada Selasa (7/4), dengan harapan mengakhiri konflik antara AS dan Israel sejak 28 Februari 2026. Meski demikian, serangan Israel terhadap Lebanon masih berlangsung, membuat Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa negosiasi tersebut bisa sia-sia jika tindakan terus berlanjut.

“Serangan Zionis Israel yang terus berlanjut akan membuat perundingan gencatan senjata kami dengan AS menjadi tidak bermakna. Jari kami tetap di pelatuk, dan Iran tidak akan meninggalkan saudara-saudaranya di Lebanon,” tulis Pezeshkian melalui media sosial X, Kamis (9/4).

Presiden AS Donald Trump mengatakan penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran. Meski begitu, ia menyatakan telah meminta kepala pemerintahan Israel, Benjamin Netanyahu, untuk membatasi serangan terhadap Lebanon. Namun, Iran menilai hal ini sebagai pelanggaran kesepakatan yang mereka jalin dengan Washington.

Kantor Berita Fars melaporkan bahwa Teheran memutuskan menunda lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz setelah serangan yang terjadi. Hal ini menunjukkan dampak signifikan dari konflik terhadap stabilitas regional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *