Latest Program: Menag: WFH cara kerja baru yang lebih adaptif dan efisien

Menag: WFH cara kerja baru yang lebih adaptif dan efisien

Jakarta – Kementerian Agama memperkenalkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) yang dijalankan setiap Jumat, dimulai hari ini, 10 April 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari perubahan pola kerja yang lebih responsif dan optimal, serta meningkatkan dampak operasional. “WFH bukan hanya perpindahan lokasi bekerja, tetapi pengembangan metode kerja modern yang lebih fleksibel dan efektif, tanpa mengorbankan kualitas layanan,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memberikan pernyataan di Jakarta, Jumat.

Transformasi budaya kerja yang terarah

Terapkan kebijakan ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam menjawab perubahan dinamika global, dengan fokus pada penggunaan teknologi dan peningkatan produktivitas. “Di tempat apapun, layanan kepada umat tetap dapat diakses dan dijaga kualitasnya. Mari manfaatkan alat digital, tingkatkan komunikasi, dan perhatikan kelompok yang paling membutuhkan,” tambah Menag. Ia juga menegaskan bahwa komitmen terhadap pelayanan publik tidak boleh berkurang. Justru, dengan dukungan teknologi, koordinasi internal harus semakin solid, dan kehadiran layanan harus lebih terasa bagi masyarakat.

“Kita sedang menciptakan ritme kerja yang lebih bijak, seimbang, dan bermakna. Dari ruang kerja Menteri Agama, saya mengajak seluruh pegawai negeri sipil (PNS) Kemenag untuk bersama-sama menerapkan transformasi ini. Mulailah dengan pendekatan baru,” kata Menag.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyatakan bahwa esensi kebijakan ini adalah pergeseran budaya kerja yang lebih adaptif namun tetap terpantau. “Kebijakan ini juga menjadi upaya untuk menekan pengeluaran energi dan mobilitas. Oleh karena itu, ASN Kemenag diminta terus mempertahankan kestabilan tugas serta profesionalisme,” ujarnya.

“WFH bukan berarti bekerja dari mana saja. Pegawai diharapkan tetap menjalankan tugas di rumah dengan kondisi siap. Artinya, mereka harus berada dalam posisi standby dan mampu merespons kebutuhan kerja secara cepat dan akurat,” jelas Kamaruddin Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *