Latest Facts: IHSG Diproyeksi Lesu pada Awal April
IHSG Diproyeksi Lesu pada Awal April
Analisis terbaru menyebutkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (1/4). Menurut Herditya Wicaksana, Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, IHSG terancam meluncur ke kisaran 6.745 hingga 6.849. “IHSG masih rentan untuk mengalami koreksi ke area 6.745-6.849, sementara skenario terbaiknya menunjukkan kemungkinan penguatan hingga 7.450-7.675,” tulis Herditya dalam laporan analisisnya.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 7.022, 6.917, dan resistance 7.302, 7.434 hari ini. Herditya juga menyarankan beberapa saham, seperti BBCA, HRUM, JPFA, dan TINS, sebagai pilihan investasi. Sementara itu, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di bawah level resisten 7.179. “IHSG cenderung mengalami penurunan ke bawah resisten 7.179, sehingga perlu dipersiapkan risiko melanjutkan tren penurunan hingga 6.744,” ujarnya.
“IHSG cenderung bergerak di bawah resisten 7.179, sehingga perlu diantisipasi kemungkinan untuk melanjutkan tren turun dan mengarah ke level 6.744,” ujar Ivan.
Ivan memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.900, 6.744, dan 6.587, serta resistance 7.179, 7.436, 7.765, dan 8.098. Dalam pandanganannya, ia merekomendasikan saham AMRT, ASII, BBCA, dan UNTR. Pada penutupan perdagangan Selasa (31/3), IHSG ditutup di level 7.048, menurun 43,44 poin atau 0,61 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, volume transaksi investor mencapai Rp14,95 triliun, dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,23 miliar lembar. Pada hari penutupan kemarin, terdapat 262 saham yang naik, 406 saham yang turun, dan 151 saham yang tidak berubah.
Catatan Redaksi
Berita ini tidak dibuat untuk menyarankan atau menolak pembelian saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya bergantung pada penilaian pembaca.