Topics Covered: DJKI dorong ekosistem tata kelola royalti adil dan transparan di ASEAN

DJKI Dorong Ekosistem Tata Kelola Royalti Adil dan Transparan di ASEAN

Forum ASEAN Collective Management Organization (CMO) diadakan di Kuta, Badung, Bali, pada Jumat, untuk mendorong pengembangan sistem tata kelola royalti yang lebih adil, transparan, dan akuntabel di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI, yang bertujuan menyinergikan upaya negara-negara anggota dalam meningkatkan distribusi royalti, terutama di era digital.

Peluang Sinergi Regional

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, mengatakan forum ini menjadi kesempatan penting untuk mengkoordinasikan langkah-langkah antarnegara. “Kami harap ini bisa menjadi momen bersama untuk menggabungkan sumber daya dan usaha semua pihak, sehingga pemilik hak bisa mendapatkan keuntungan yang proporsional,” ujarnya dalam pembukaan acara.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa tata kelola royalti digital tidak lagi bisa ditangani secara terpisah oleh setiap negara. Diperlukan kerja sama regional untuk menciptakan sistem yang terintegrasi, transparan, dan adil bagi seluruh pencipta di kawasan Asia Tenggara,” tambah Hermansyah.

Forum dengan tema “Collaborative Strategic Dialogue on Digital Royalty” pertama kali mengumpulkan lembaga manajemen kolektif (CMO) dari seluruh ASEAN. DJKI menilai, pertumbuhan pesat platform digital dan penyedia layanan telah mengubah pola bisnis lisensinya karya cipta, khususnya musik.

Permasalahan yang Diungkap

Eksploitasi karya musik kini terjadi secara real time lintas batas wilayah, tetapi pemanfaatan tersebut belum diimbangi dengan keakuratan distribusi royalti. Selain itu, perbedaan infrastruktur teknologi antar CMO serta fragmentasi data kepemilikan hak cipta menyebabkan kebocoran pendapatan yang signifikan.

Dalam konteks regional, tata kelola royalti musik digital di ASEAN masih bersifat terpisah karena perbedaan kerangka hukum, organisasi, dan kemampuan teknis di setiap negara. Beberapa negara telah memiliki CMO yang berkembang dengan sistem berbasis digital, sementara negara lain masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan kesadaran pencipta terhadap hak cipta.

Target dan Hasil yang Diharapkan

Dalam forum ini, negara-negara ASEAN diharapkan mencapai kesepakatan bersama serta menetapkan strategi strategis dalam peningkatan tata kelola royalti lintas batas. Tujuan utamanya adalah menyamakan persepsi tentang standarisasi metadata karya cipta antar CMO di Asia Tenggara.

Forum ini juga bertujuan memperkuat komitmen kelembagaan untuk meningkatkan daya tawar yang setara dalam negosiasi tarif dengan penyedia layanan digital global. Selain itu, diharapkan muncul kesepakatan bersama mengenai integrasi sistem royalti digital di kawasan Asia Tenggara.

Kegiatan berlangsung secara luring dan daring, dengan mengundang perwakilan CMO dari berbagai negara, lembaga manajemen hak cipta Indonesia, serta pihak terkait. Para peserta membahas praktik terbaik, transparansi distribusi, dan potensi kerja sama lisensi lintas negara melalui sesi panel dan berbagi pengetahuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *