Latest Program: KLH dan Unhas kolaborasi untuk ketahanan iklim berbasis sains
KLH dan Unhas kolaborasi untuk ketahanan iklim berbasis sains
Kerja Sama Berfokus pada Edukasi dan Penguatan Kompetensi
Makassar, Sulawesi Selatan – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersinergi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam upaya meningkatkan ketahanan iklim berdasarkan bukti ilmiah. Rijal M Idrus PhD, Ketua Pusat Studi Perubahan Iklim Unhas, menyebutkan bahwa edukasi tentang perubahan iklim yang berlandaskan bukti ilmiah menjadi prioritas utama kerja sama ini. Tujuan utamanya adalah membuat informasi terkait iklim mudah diakses oleh publik luas.
Di samping itu, peningkatan kapasitas di berbagai pemangku kepentingan lokal dianggap sebagai komponen kunci. Rijal menambahkan, upaya ini mencakup pelatihan, bimbingan, dan penguatan kemampuan dalam menerapkan aksi iklim. Integrasi program ke dalam skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik juga dijadikan strategi utama untuk memperluas dampak intervensi. “Mahasiswa diharapkan berperan sebagai agen perubahan yang mampu menerapkan solusi berbasis sains di masyarakat,” ujarnya.
Pertukaran Data dan Dukungan Penelitian
Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim KLH, Irawan Asaad, menekankan pentingnya pertukaran data dan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat. Menurutnya, ketersediaan data terpadu menjadi aspek penting dalam merancang kebijakan yang responsif dan berbasis fakta. “Kolaborasi ini juga mencakup dukungan terhadap penelitian, yang berkontribusi pada pengayaan dasar ilmiah setiap program yang dijalankan,” tutur Irawan.
Ia menambahkan, penelitian diharapkan mampu menghasilkan inovasi sesuai kebutuhan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Indonesia. Selain itu, implementasi aksi adaptasi di tingkat lokal bisa dilakukan bersama, termasuk dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, yang nantinya diharapkan menjadi contoh terapan di wilayah lain.
Kebijakan Berdasarkan Bukti Ilmiah
Pendekatan berbasis sains memastikan setiap kebijakan dan tindakan didasarkan pada data. Dengan bantuan pemodelan iklim, data meteorologi, dan riset empiris, pemerintah dapat mengidentifikasi risiko secara akurat serta merancang langkah adaptasi yang efektif.