Solving Problems: Kemenkes: Isu bayi nyaris tertukar RSHS Bandung jadi evaluasi layanan

Kemenkes: Isu Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Jadi Evaluasi Layanan

Jakarta, Jumat

Kementerian Kesehatan menyatakan, kasus bayi yang hampir tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penanganan pasien. Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Menurut Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, tim dari rumah sakit telah melakukan kunjungan ke tempat pasien untuk meminta maaf, sekaligus keluarga juga turut mengucapkan permintaan maaf atas kejadian yang menjadi perbincangan di media sosial.

Menurut Aji, pada saat kejadian, pasien yang sedang menyelesaikan urusan administrasi menitipkan bayinya kepada seorang petugas kesehatan. “Tenaga medis di situ bertugas tidak hanya merawat pasien, tetapi juga menghadapi tugas lain seperti pelayanan di poli anak. Akibatnya, pekerjaannya sedikit terganggu akibat penitipan bayi tersebut,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ibu tersebut kembali ke ruangan untuk mengambil anaknya, tetapi menemukan bayi yang telah digendong oleh orang lain. “Jadi, tidak ada niat untuk melakukan penculikan atau kejahatan, melainkan kesalahpahaman yang terjadi karena perawat lupa atau faktor lain,” tambahnya.

Peristiwa yang Menyebabkan Viral

Sebelumnya, peristiwa tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah seorang ibu bernama Nina Saleha (27) membagikan pengalaman nyaris tertukar bayinya. Dalam unggahannya, Nina menyebutkan bahwa dia meninggalkan anaknya sejenak, lalu kembali karena merasa ada hal yang mencurigakan.

“Saat kembali, saya menemukan anak saya sudah digendong orang lain. Saya tahu itu anak saya karena baju dan selimut yang dipakainya sama dengan anak saya,” katanya.

Saat memanggil-manggil orang itu, Nina menyadari bahwa bayi yang digendong adalah anaknya sendiri. Namun, ia mengatakan bahwa perawat yang memanggilnya berkali-kali tak memberi respons, sehingga bayi itu diserahkan kepada orang lain. Selain itu, gelang identitas bayinya juga diikat oleh perawat.

Dalam penjelasannya, Aji menyampaikan bahwa kejadian ini telah diselesaikan dan dilaporkan ke Gubernur Jawa Barat. “Gubernur memberikan apresiasi terhadap langkah yang kami ambil di RSHS Bandung,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *