Meeting Results: Menkeu jajaki opsi tukar PNM dengan Geo Dipa untuk penyaluran KUR
Menkeu jajaki opsi tukar PNM dengan Geo Dipa untuk penyaluran KUR
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang mengeksplorasi kemungkinan pertukaran PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan PT Geo Dipa Energi sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk mengambil alih perusahaan tersebut. PNM adalah anak perusahaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang saat ini bergabung dengan Danantara Indonesia. Di sisi lain, Geo Dipa merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfungsi sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.
Pada kesempatan tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa diskusi telah berlangsung tentang kemungkinan pertukaran dengan Geo Dipa. Namun, ia menegaskan bahwa topik ini masih dalam pembahasan lebih lanjut.
“Tadi sudah sempat diskusi gimana kalau tukar dengan Geo Dipa. Tapi itu masih kami bicarakan lagi,” kata Purbaya kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat.
Menurut Menkeu, tujuan utama dari penjajakan ini adalah menemukan skema optimal dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia meyakini bahwa dengan mengelola PNM di bawah Kemenkeu, distribusi KUR akan lebih terintegrasi.
“Yang jelas fokusnya masih gimana departemen keuangan bisa mengambil alih PNM untuk supaya bisa kami menyalurkan KUR lewat situ, dan ke depannya dalam beberapa tahun kami bentuk suatu bank yang disebut bank UMKM betulan,” tambahnya.
Dalam percakapan sebelumnya, Purbaya menjelaskan bahwa jika KUR disalurkan melalui PNM sebagai anak usaha dari salah satu SMV Kemenkeuangan, dana sebesar Rp40 triliun bisa dijadikan modal untuk mengubah BUMN tersebut menjadi bank UMKM.
Menurut Purbaya, perusahaan yang dijalankan di bawah Kemenkeuangan akan memiliki pendekatan berbeda dibandingkan bank konvensional, termasuk BRI, karena fokus utamanya bukan pada keuntungan, tetapi pada sistem pembiayaan UMKM yang menyeluruh.
“BRI kan profit-oriented, ini (PNM) bukan profit-oriented. Iya nggak rugi, tapi nggak gila-gilaan bunganya. Yang penting adalah pembiayaannya bisa dilakukan berkesinambungan dan betul-betul membantu UMKM. Nanti didesain ekosistem yang menyeluruh,” tuturnya.
Ia menargetkan PNM dapat menjadi bank besar bermodal Rp200 triliun dalam lima tahun ke depan. Usulan tersebut sudah diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapatkan sinyal dukungan.
Meskipun demikian, Menkeu menuturkan bahwa pihaknya tetap akan memperbaiki rancangan ini serta berdiskusi dengan Danantara untuk menemukan solusi terbaik.