Important News: Suhu laut dekati rekor tertinggi seiring potensi El Nino kian menguat

Suhu Laut Mendekati Rekor Tertinggi, Potensi El Nino Meningkat

Berita dari Brussels menyebutkan bahwa suhu permukaan laut global mencapai tingkat kedua tertinggi dalam sejarah pada bulan Maret dan semakin mendekati puncak suhu yang tercatat saat El Nino sebelumnya. Laporan dari Lembaga Pemantau Iklim Uni Eropa (UE) menunjukkan bahwa kondisi ini mengindikasikan kemungkinan peralihan ke fase pemanasan baru tahun ini. Rata-rata suhu permukaan laut di wilayah samudra non-polar (extra-polar oceans) yang mencakup dari 60 derajat lintang selatan hingga 60 derajat lintang utara mencapai 20,97°C pada Maret, menempati posisi kedua tertinggi dalam sejarah untuk bulan tersebut, di bawah catatan Maret 2024.

El Nino Diprediksi Terjadi di Paruh Akhir 2026

Layanan Perubahan Iklim Copernicus (C3S) yang didanai UE menyatakan bahwa suhu laut harian meningkat secara stabil sepanjang bulan tersebut dan mendekati rekor tertinggi yang dicatat tahun 2024. Pada saat yang sama, Copernicus menambahkan bahwa sejumlah pusat pemantau iklim memperkirakan munculnya fase El Nino pada paruh kedua tahun 2026. Fenomena cuaca ini, yang ditandai oleh pemanasan air permukaan di daerah Samudra Pasifik sekitar khatulistiwa, dapat meningkatkan suhu global serta memperparah cuaca ekstrem di berbagai wilayah.

“Data Copernicus untuk Maret 2026 mengungkap kisah yang mengkhawatirkan,” kata Carlo Buontempo, direktur C3S di European Centre for Medium-Range Weather Forecasts. “Setiap angka merupakan kejutan tersendiri, tetapi jika digabungkan, angka-angka tersebut menggambarkan sistem iklim yang berada di bawah tekanan yang berkelanjutan dan semakin cepat.”

Maret 2026 juga tercatat sebagai bulan Maret terpanas keempat sepanjang sejarah, dengan suhu udara permukaan global mencapai 1,48°C di atas rata-rata pra-industri (1850–1900), menurut C3S. Di Eropa, bulan Maret menjadi yang terpanas kedua dalam catatan sepanjang waktu, dengan sebagian besar wilayah mengalami kekeringan yang lebih parah dari biasa setelah melalui Februari yang lebih dingin dan hujan lebat. Selain itu, Maret lalu juga ditandai oleh cuaca ekstrem panas di berbagai belahan dunia, termasuk gelombang panas dini serta kondisi kering di sejumlah wilayah Amerika Serikat dan Meksiko.

Di kawasan Arktik, luas maksimum es laut tahunan dan rata-rata suhu Maret mencapai titik terendah dalam sejarah. Data ini menggarisbawahi tekanan berkelanjutan yang dialami sistem iklim global, yang secara signifikan mempercepat proses pemanasan. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lebih lanjut pada lingkungan dan cuaca di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *