What You Need to Know: Banjir di Cepu rendam ratusan rumah

Banjir di Cepu rendam ratusan rumah

Di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terjadi banjir yang merendam ratusan rumah setelah hujan deras mengguyur wilayah dan daerah hulu sungai selama beberapa jam pada hari Jumat. Seorang warga bernama Diana Rosita, tinggal di Kelurahan Ngelo, meninggal akibat tersetrum listrik saat membersihkan rumah setelah banjir mulai surut, menurut informasi yang diberikan oleh BPBD.

“Curah hujan yang tinggi selama beberapa jam di wilayah Cepu dan daerah hulu menyebabkan kedua sungai tersebut meluap dan menggenangi permukiman warga,” kata Agung Triyono, anggota TRC BPBD Blora.

Berdasarkan laporan, banjir di Kelurahan Cepu menggenangi sekitar 125 rumah dengan ketinggian air 30 hingga 100 centimeter. Sementara itu, di Kelurahan Balun, sekitar 25 rumah terendam air dengan tinggi 50 hingga 125 centimeter karena luapan Sungai Tamansiswa. Banjir juga memengaruhi permukiman di Kelurahan Karangboyo, dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 centimeter, serta merusak dua fasilitas pendidikan dan satu fasilitas umum.

Dalam wilayah Desa Mulyorejo, genangan air setinggi 20 hingga 30 centimeter sempat menggenangi jalan provinsi Cepu–Singget dan sebagian permukiman warga. BPBD Blora mencatat bahwa warga tidak perlu mengungsi karena mayoritas memilih bertahan dan melakukan pembersihan mandiri.

Tim Reaksi Cepat BPBD langsung melakukan penilaian dan perekaman data untuk mengevaluasi dampak banjir, serta membantu evakuasi warga. Petugas juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk tindakan lanjut. Menurut Agung Triyono, banjir di wilayah tersebut akhirnya surut sekitar pukul 22.30 WIB, dengan kondisi mulai kembali stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *