Key Strategy: Pemkab Karawang targetkan penurunan angka stunting menjadi 14,8 persen
Pemkab Karawang Targetkan Penurunan Angka Stunting Menjadi 14,08 Persen
Sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menetapkan target penurunan angka stunting hingga 14,08 persen pada tahun 2026. Tujuan ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Karawang, Maslani, saat memberikan pengarahan di Karawang, Jumat. Ia menjelaskan bahwa program pemberian makanan tambahan menggunakan bahan pangan lokal telah dimulai di daerah tersebut, dengan fokus pada kelompok ibu hamil serta ibu yang baru melahirkan.
Strategi Terpadu untuk Pencegahan Stunting
Kegiatan tersebut dianggap sebagai langkah strategis untuk menekan kasus stunting di Karawang. Maslani menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada akurasi pengidentifikasian target intervensi gizi. “Kita harus serius menangani gizi balita,” kata wakil bupati tersebut. Ia juga menyoroti bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan berat badan, tetapi juga memastikan peningkatan status gizi secara permanen.
“Kegiatan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal ini bukan hanya bertujuan untuk menaikkan berat badan, tapi status gizinya juga harus membaik secara permanen,” ujarnya.
Menurut Maslani, angka stunting saat ini di Karawang mencapai 17,6 persen. Untuk mencapai target penurunan hingga 14,08 persen pada 2026, program ini diharapkan menjadi pusat perhatian dalam pembangunan kesehatan. Pemkab Karawang juga menyasar calon pengantin dan ibu hamil sebagai bagian dari upaya menyeluruh untuk mengatasi masalah ini.
Penjelasan tentang Stunting
Stunting didefinisikan sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang. Gejalanya adalah panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar (-2 SD) kurva pertumbuhan yang ditetapkan oleh The World Health Organization (WHO). Kondisi ini sering terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan dan memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, fisik, dan metabolisme anak.