Historic Moment: PM Inggris serukan Uni Eropa tingkatkan kontribusi terhadap NATO
PM Inggris Minta Uni Eropa Perkuat Keterlibatan dalam NATO
Dari Moskow, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengajak Uni Eropa untuk meningkatkan partisipasi dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik sikap aliansi tersebut. Starmer menegaskan komitmen Inggris terhadap NATO, sementara menyuarakan kekecewaan atas kemungkinan penarikan AS dari aliansi itu.
Trump Sebut NATO “Jalan Satu Arah” dalam Konflik Timur Tengah
Starmer juga menyatakan bahwa Inggris tidak akan memihak dalam konflik Timur Tengah, tetapi akan mempererat hubungan dengan kawasan tersebut. “NATO adalah aliansi militer terbaik di dunia. Apakah kita, orang Eropa, perlu berbuat lebih banyak? Ya. Saya telah menyampaikan hal itu selama hampir dua tahun kepada mitra Eropa,” tutur PM Starmer kepada wartawan saat kunjungannya ke Timur Tengah.
“Ini adalah kepentingan Amerika dan juga kepentingan Eropa,” ujar Starmer.
Trump Keluhkan Dukungan NATO yang Dinilai Tidak Memadai
Sebelumnya, pada 17 Maret, Trump menyebut NATO melakukan kesalahan besar karena tidak mendukung AS dalam operasi militer terhadap Iran. Ia juga menyatakan bahwa mayoritas negara anggota NATO tidak ingin terlibat dan menggambarkan aliansi tersebut sebagai “jalan satu arah.”
“NATO telah melakukan kesalahan yang sangat bodoh,” kata Trump.
Di akhir Maret, Trump menambahkan bahwa serangan militer terhadap Iran adalah ujian bagi dukungan NATO terhadap Amerika. Ia mengungkapkan kekecewaan Washington terhadap sikap aliansi tersebut dan menyatakan bahwa hal itu tidak akan dilupakan.
Washington Pertimbangkan Penarikan Pasukan dari Anggota NATO
Pada Rabu (8/4), The Wall Street Journal melaporkan bahwa Washington sedang memikirkan langkah penarikan pasukan dari negara-negara anggota NATO yang dinilai tidak setia terhadap AS dan Israel dalam konflik Timur Tengah. Langkah ini mencerminkan ketegangan antara Amerika dan aliansi Eropa.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA