Key Discussion: Bos NATO Respons AS Mau “Keluar” dari NATO
Bos NATO Respons AS Mau “Keluar” dari NATO
Jakarta – Pada pertengahan April 2026, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte diberitakan telah menyampaikan pesan kepada pemerintah Eropa, menekankan kebutuhan AS akan komitmen tegas dari negara-negara anggota aliansi tersebut. Trump, presiden AS, disebut sedang mempertimbangkan untuk menarik diri secara sepihak dari pakta pertahanan yang terdiri dari 32 negara, dengan fokus pada pengamanan Selat Hormuz. Ini terjadi di tengah krisis yang memperkuat tekanan terhadap Eropa untuk menunjukkan dukungan nyata.
Pernyataan Rutte
Setelah pertemuan di Gedung Putih, Rutte menyatakan bahwa sejumlah anggota NATO awalnya lambat dalam membantu AS di Iran, tetapi kini telah menunjukkan respons yang signifikan. “Pemimpin Eropa sekarang berada dalam tekanan besar untuk menyerahkan rencana konkrit guna menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz, yang saat ini terancam oleh blokade Iran,” tulis Reuters pada Jumat. Rutte menambahkan bahwa semua kebutuhan AS telah dipenuhi oleh sekutu, meski ada rasa kejutan awal.
“Sekretaris Jenderal sedang berkoordinasi dengan para anggota mengenai pembicaraan di Washington. Jelas bahwa AS mengharapkan komitmen dan tindakan nyata untuk menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz,” ujar Allison Hart, juru bicara NATO.
Kritik Trump
Trump, dalam unggahan di Truth Social, menyoraki peran NATO yang disebut tidak memenuhi harapan. Ia menulis, “NATO tidak ada di sana saat kita membutuhkan mereka, dan mereka tidak akan ada di sana jika kita membutuhkan mereka lagi.” Kritik ini muncul setelah pertemuan dengan Rutte, yang sebelumnya dianggap sebagai tokoh yang mampu memengaruhi kebijakan Trump.
Eropa Menyuarakan Kekhawatiran
Beberapa diplomat mengungkapkan bahwa meski Eropa bersedia membantu AS di Selat Hormuz, kondisi itu harus didahului oleh perjanjian jangka panjang dengan Iran. “Para anggota hanya mau bekerja jika ada kepastian penghentian konflik dan perlindungan bagi kapal-kapal mereka,” jelas sumber diplomat. Seorang pejabat tinggi Eropa mengatakan bahwa pertemuan Rutte dan Trump tidak menyelesaikan ketidakpastian, justru memperdalam kekhawatiran dalam komunitas aliansi.
Dalam pidatonya di Ronald Reagan Institute, Rutte menyatakan bahwa dukungan Eropa terhadap operasi AS-Israel di Iran sudah cukup besar, termasuk akses ke pangkalan dan logistik. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap bergantung pada komitmen bersama untuk menjaga stabilitas di kawasan kritis tersebut.