Special Plan: Prabowo ajak pengusaha Jepang bermitra dengan Danantara
Prabowo Ajak Pengusaha Jepang Bermitra dengan Danantara
Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin
Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang para pengusaha Jepang untuk bekerja sama dengan Danantara selama acara Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin waktu setempat. Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki reputasi yang kuat serta sistem pengelolaan yang terbukti efektif, sebagai bentuk komitmen untuk menjaga kepentingan para investor global.
“Ini akan memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa kita benar-benar serius, serta siap melindungi semua investor. Reputasi kita sudah terbukti baik,” ujar Prabowo dalam keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Senin.
Presiden juga menyampaikan bahwa kredibilitas Indonesia telah terjaga lama karena tak pernah mengalami kegagalan membayar utang sepanjang sejarah. Pemerintah menjaga prinsip ini secara konsisten selama beberapa dekade. “Reputasi ini bukan hanya baru berusia lima, sepuluh, atau lima belas tahun. Saya yakin reputasi ini sudah ada sejak beberapa dekade. Indonesia dikenal dengan predikat bahwa kita tidak pernah gagal melunasi utang-utang negara,” tambahnya.
Danantara, yang merupakan lembaga pengelola investasi strategis, ditunjukkan Prabowo sebagai salah satu bentuk pengelolaan aset negara secara profesional. Ia berharap lembaga ini bisa menjadi penggerak baru dalam perekonomian dengan memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaannya. “Sebagian besar aset negara saat ini dikelola oleh satu unit manajemen. Kami ingin mencapai pengelolaan yang rasional dengan standar terbaik,” jelas Presiden.
Kepala Negara menyoroti keberhasilan Danantara dalam satu tahun terakhir, menunjukkan peningkatan signifikan dalam manajemen kekayaan nasional. “Hasilnya sangat menjanjikan. Hanya dalam tahun pertama operasi, dana kekayaan negara kami mengalami peningkatan yang luar biasa. Beberapa aset bahkan menghasilkan kembalian hampir 300 persen,” katanya.