BMKG Catat 74 Gempa Susulan Guncang di Adonara Flores Timur

BMKG Catat 74 Gempa Susulan Guncang di Adonara, Flores Timur

Setelah gempa bumi dengan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Adonara, Flores Timur, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi 74 gempa susulan. Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, data ini didasarkan pada pengawasan BMKG hingga pukul 21:03 WIB pada Kamis, 09 April 2026. Gempa susulan tersebut menyebabkan kerusakan di Kecamatan Adonara Timur.

“Hingga Kamis, 09 April 2026 pukul 21:03 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 74 kejadian gempabumi susulan (aftershock) dan terdapat kerusakan bangunan di daerah Kecamatan Adonara Timur,” ujar Arief melalui keterangan tertulis Jumat (10/4).

BMKG juga mencatat adanya gempa kecil tambahan yang terjadi pada malam hari Kamis. Arief menyebut gempa tersebut termasuk dalam kategori dangkal, berawal dari aktivitas sesar aktif. Ia menjelaskan, gempa ini merupakan rangkaian dari gempa utama yang terjadi Rabu (8/4) lalu.

“Episenter gempa bumi berada di koordinat 8.45° LS dan 123.18° BT, atau tepatnya di darat sejauh 28 km arah Tenggara dari Larantuka, NTT, dengan kedalaman 3 km,” ujarnya.

Getaran dari gempa susulan masih dirasakan warga, sehingga menimbulkan rasa takut. Banyak penduduk memilih bertahan di luar rumah, seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Maria Goretty Nemo.

“Jadi sementara mereka mengungsi mandiri ada yang di rumah warga yang rumahnya tidak terkena tidak terdampak tapi ada banyak juga yang memang tinggalnya di luar begitu karena guncangan gempanya masih susulan kecil-kecil masih terjadi sampai (Kamis malam) sekarang,” katanya.

Sementara itu, aparat kepolisian memberikan dukungan psikologis bagi warga yang terkena dampak gempa, khususnya anak-anak. Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, menyatakan tim Polwan dikirimkan ke dua desa yang paling terkena, yaitu Desa Terong dan Lamahala Jaya.

“Kita mengirimkan empat anggota Polwan ke dua desa terdampak untuk membantu trauma healing di sana karena di kedua desa tersebut yang paling terdampak (gempa bumi),” ujarnya.

Gempa utama Rabu (8/4) malam sebelumnya menyebabkan kerusakan signifikan. BPBD Flores Timur melaporkan ratusan rumah warga serta fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah mengalami kerusakan. Data sementara mencatat 215 rumah rusak dan delapan fasilitas umum terkena dampak. Jumlah warga yang mengungsi mencapai 1.100 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *