Astronaut Pria Bakal Sulit Ereksi di Luar Angkasa – Kok Bisa?
Astronaut Pria Bakal Sulit Ereksi di Luar Angkasa, Kok Bisa?
Misi Artemis II yang dilaunch NASA pada awal April 2026 memicu perhatian global sebagai pengujian pertama misi berawak ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun. Selain fokus pada teknologi antariksa, misi ini juga memicu pertanyaan menarik tentang efek lingkungan luar angkasa pada aktivitas manusia, khususnya para astronaut. Salah satu isu yang dibahas adalah kemampuan pria untuk mencapai ereksi selama perjalanan ke luar Bumi.
Penyebab Kesulitan Ereksi di Ruang Angkasa
Mengapa pria luar angkasa mengalami gangguan ereksi? Menurut Earim Chaudry, chief medical officer dari Voy, efek mikrogravitasi pada sistem kardiovaskular menjadi faktor utama. “Mikrogravitasi menyebabkan cairan mengalir ke area atas tubuh, mengurangi volume darah keseluruhan, dan mengganggu distribusi tekanan, yang secara langsung memengaruhi fungsi seksual,” jelas Chaudry, seperti dilansir Metro.
“Di luar mekanisme alami, penurunan volume darah dan gangguan sirkulasi bisa menyebabkan kelelahan serta pusing, yang efektif mengurangi keinginan seksual,” tambah Chaudry.
Kemungkinan Disfungsi Ereksi Setelah Misi
Sebuah penelitian yang didanai NASA pada 2023 menunjukkan bahwa astronaut pria yang menjalani misi jangka panjang berisiko mengalami disfungsi ereksi. Penelitian ini, dipublikasikan di FASEB Journal, pertama kali menganalisis dampak radiasi kosmik dan kondisi tanpa gravitasi terhadap kesehatan seksual. Radiasi galaksi, yang lebih kuat daripada di Bumi, berpotensi merusak jaringan erektif, dan efeknya bisa terus berlangsung lama setelah kembali.
Terlepas dari radiasi, mikrogravitasi juga memberikan gangguan, meski lebih ringan. Namun, kombinasi keduanya bisa mengurangi kemampuan sistem neurovaskular dalam mendukung fungsi seksual. Para peneliti menemukan bahwa paparan radiasi meningkatkan stres oksidatif pada jaringan, yang menghambat aliran darah ke penis. Tikus yang digunakan sebagai model percobaan mengalami efek serupa, meski tidak separah manusia.
Solusi untuk Masalah Ereksi di Luar Angkasa
Justin La Favor, penulis senior dari penelitian tersebut, menegaskan bahwa ada harapan untuk mengatasi disfungsi ereksi. “Dengan perawatan antioksidan spesifik, fungsi jaringan yang terganggu oleh radiasi bisa dipulihkan secara akut,” kata La Favor, dilansir The Guardian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan fungsional melalui jalur redoks dan oksida nitrat bisa menjadi pendekatan efektif.
Sehingga, meski ada tantangan, para astronaut tidak perlu terlalu khawatir. Dengan solusi yang dikembangkan, kemungkinan fungsi seksual bisa dipertahankan setelah kembali ke Bumi.