Key Discussion: Kopdes merah putih akan dilengkapi pos pengaduan perempuan dan anak
Kopdes Merah Putih Akan Diperkuat Dengan Pos Pengaduan Khusus Perempuan Dan Anak
Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan bahwa koperasi desa/kelurahan (kopdes) Merah Putih memiliki peran ganda, yakni sebagai penggerak perekonomian sekaligus sebagai tempat pengaduan kasus terkait perempuan dan anak di masa depan. Dalam pernyataan resmi di Jakarta, Rabu, ia menjelaskan bahwa setiap gerai atau klinik kopdes Merah Putih akan menyediakan ruang khusus untuk menerima laporan pengaduan dari masyarakat.
“Ini adalah bentuk afirmatif kami untuk melindungi kepentingan perempuan dan anak-anak di daerah, desa, serta kelurahan,” kata Ferry saat menjamu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Pertemuan antara kedua menteri membahas kerja sama dalam memperkuat peran perempuan dan memperbaiki perlindungan sosial di tingkat desa. Menurut Ferry, adanya pos pengaduan ini penting untuk memudahkan akses layanan perlindungan kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama antara Kemenkop dan Kementerian PPPA juga difokuskan pada penguatan ekonomi perempuan melalui integrasi program kopdes Merah Putih dengan Ruang Bersama Indonesia.
Menurut Arifah Fauzi, langkah ini strategis untuk mendekatkan layanan pencegahan kekerasan ke masyarakat pedesaan. Ia menegaskan bahwa unit pelaksana teknis daerah saat ini hanya tersedia di kota dan kabupaten, sehingga pengaduan langsung di gerai koperasi akan lebih efektif. “Sangat tepat jika salah satu gerainya dijadikan tempat untuk penanganan serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, kedua kementerian sepakat menggelar proyek percontohan di sejumlah wilayah tanpa menunggu selesainya perjanjian nota kesepahaman (MoU). “Kita bisa langsung memulai di daerah yang koperasi desanya sudah berjalan dan gerakan perempuannya sudah terbentuk,” ujar Arifah. Langkah ini diharapkan menjadi model keberhasilan dalam meningkatkan partisipasi aktif perempuan di desa serta pengembangan koperasi lokal.