Video: Kena Efek Perang – Harga Bahan Baku Industri Pipa Baja Naik 20%
Video: Kena Efek Perang, Harga Bahan Baku Industri Pipa Baja Naik 20%
Jakarta – Permintaan pipa baja di industri dalam negeri tetap stabil meskipun terjadi eskalasi perang antara Iran, AS, dan Israel. Namun, ketidakpastian dari konflik tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran bagi sektor baja. Menurut Johanes Wahyudi Edward, Chief Strategy Officer dari PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) atau Spindo, perang yang berlangsung sekitar satu bulan terakhir belum sepenuhnya menunjukkan dampak signifikan, tetapi potensi ekspansi konflik bisa mengganggu rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Di Spindo, sekitar 55% bahan baku pipa baja berasal dari sumber lokal, sementara 45% masih bergantung pada impor. Saat ini, kenaikan harga bahan baku mencapai hampir 20%, yang berdampak langsung pada peningkatan harga jual produk. Apa saja tekanan global yang dihadapi industri ini? Untuk penjelasan lebih lanjut, simak wawancara Shania Alatas dengan Johanes Wahyudi Edward, Chief Strategy Officer PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) atau Spindo, dalam program Manufacture Check di CNBC Indonesia, Jumat (11/04/2026).
“Ketidakpastian perang yang memanas saat ini cukup mengkhawatirkan industri baja. Jika perang semakin luas, rantai pasok dari hulu hingga hilir akan terganggu,” ujar Johanes Wahyudi Edward.