Key Strategy: Mendagri: Pemerintah Perkuat Pembangunan Wilayah Perbatasan, Fokus Sitaro

Mendagri: Pemerintah Perkuat Pembangunan Wilayah Perbatasan, Fokus Sitaro

Dalam kunjungan ke Jakarta, Sabtu (11/4), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperkuat pembangunan di daerah perbatasan. Fokus utama dalam upaya ini adalah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, yang menjadi prioritas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Program Kolaboratif untuk Perumahan dan Infrastruktur

Presiden meminta kerja sama antara Mendagri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas perumahan dan mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.

Presiden memberikan instruksi jelas untuk fokus pada penanganan perumahan dan pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan.

Penanganan Rumah Rusak dan Kemiskinan

Kehadiran para menteri di Sitaro, yang baru-baru ini dilanda banjir, menjadi bukti konkret dari arahan tersebut. Program peningkatan hunian layak di wilayah ini tidak hanya merespons bencana, tetapi juga berupaya mengatasi kesenjangan sosial ekonomi. Mendagri menyoroti tingginya angka kemiskinan di Sitaro, yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat.

Langkah Strategis untuk Stabilitas Nasional

Kebijakan pembangunan perbatasan memiliki dimensi yang lebih luas, menurut Tito Karnavian. Selain infrastruktur, program ini juga mencakup penguatan pertahanan dan nasionalisme. Wilayah perbatasan berperan sebagai zona aman bagi keutuhan NKRI. Dengan meningkatkan kesejahteraan penduduk, pemerintah memperkuat rasa setia terhadap bangsa.

Kabupaten Sitaro dipilih sebagai lokasi prioritas karena dampak banjir yang parah. Bencana ini menyebabkan banyak rumah warga rusak. Program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman diharapkan mampu memperbaiki kondisi perumahan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Target renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) mencapai 1.000 unit di Sitaro.

Pemerintah Indonesia juga menargetkan renovasi 15.000 unit rumah perbatasan di seluruh wilayah terpencil. Langkah ini merupakan bagian dari visi pemerataan pembangunan. Tito Karnavian menegaskan bahwa kehadiran negara di perbatasan adalah kunci menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *