Meeting Results: Heboh Bupati dan Wabup Lebak Berseteru Perkara Mantan Napi

Perang Kata Antara Bupati dan Wabup Lebak Mengemuka Akibat Status Mantan Narapidana

Konflik antara Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dengan Wakil Bupati (Wabup) Lebak Amir Hamzah memicu sorotan publik. Perbedaan pandangan muncul saat Hasbi menyebut Amir sebagai mantan narapidana dalam sambutan di acara halalbihalal yang digelar di Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3).

Menurut Hasbi, Amir sering bertemu langsung dengan kepala dinas, padahal aturan dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) memberikan batasan tugas wabup. Ia menegaskan, jabatan tersebut hanya boleh dijalankan jika Bupati tidak dapat hadir.

“Wakil bupati dalam UU ASN Pasal 66 itu tugasnya jelas, tidak boleh bermain-main dengan kepala dinas ke rumahnya. Hanya jika didelegasikan atau bupati berhalangan, tugas wabup baru bisa dijalankan,” ujar Hasbi saat memberikan arahan.

Setelah sambutan, Hasbi menyebutkan masa lalu Amir sebagai mantan narapidana dalam kasus suap sengketa Pilkada 2013. Amir dinyatakan menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar. Hal ini membuat Amir langsung berdiri dan mendekati Hasbi, sementara para ASN berusaha mencegah keributan.

Amir meninggalkan lokasi acara setelah pernyataan itu. Dalam konteks kasusnya, ia pernah menjabat Wabup Lebak 2008-2013 bersama Bupati Mulyadi Jayabaya. Saat Pilkada 2013, ia mencalonkan diri berpasangan dengan Kasmin, namun kalah dari Iti Octavia Jayabaya, putri Mulyadi.

Amir menggugat ke MK untuk memperjuangkan kemenangan pasangannya, dengan uang suap Rp 1 miliar. Hukuman yang diterimanya adalah 3,5 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan, berlaku sejak Desember 2015. Kasmin juga mendapat hukuman 3 tahun penjara.

Amir: Pernyataan Hasbi Jadi Penghinaan

Amir merasa terhina karena Hasbi menyebutnya “masih mending mantan napi jadi wakil bupati.” Ia menilai ini sebagai serangan pribadi dan langsung membangun keberatan.

“Ketika dia menyebut si Amir mantan narapidana, itu kan penghinaan pribadi. Makanya saya bangkit dari duduk, ingin sampaikan ke Bupati, jangan ngomong seperti itu,” ungkap Amir, Selasa (31/3).

Amir menegaskan, pernyataan Hasbi tidak terkait dengan tugas wabupnya. Ia merasa terhina karena diucapkan di depan khalayak umum. “Saya merasa terhina saat itu karena bicara pribadi, dan tidak ada hubungan dengan pekerjaan,” kata Amir.

Amir juga mengungkapkan bahwa dirinya sering disindir oleh Hasbi, bahkan kepala dinas dan ASN lainnya juga mengalami hal serupa. “Ini kedua kalinya, mungkin di beberapa dinas sering ngomong kasar seperti ini,” ujarnya.

Amir Serang Balik Hasbi Jayabaya

Setelah dianggap merendahkan, Amir menyerang balik Hasbi dengan mengingatkan kekalahan dalam pemilihan legislatif DPR RI. Ia menilai pernyataan Hasbi tentang mantan narapidana tidak pantas.

Amir mengkritik sikap Bupati yang bisa memengaruhi citra pemerintahan. “Dibandingkan dengan daerah lain, kita bagus, jalan kota, pengairan, dan komposisi APBD kita unggul. Tapi karena koordinasinya kurang, banyak pidato yang menyakitkan, sehingga sesuatu yang bagus jadi jelek,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *