Special Plan: Wali Kota Makassar Dorong Kemandirian Pangan Berbasis Masyarakat Melalui Urban Farming
Wali Kota Makassar Dorong Kemandirian Pangan Berbasis Masyarakat Melalui Urban Farming
Kota Makassar tengah menerapkan inisiatif untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui pertanian perkotaan, atau urban farming, sebagai upaya menjawab tantangan keterbatasan lahan. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya kolaborasi komunitas dalam menciptakan ekosistem makanan yang berkelanjutan. Strategi ini bertujuan memastikan warga kota memiliki akses stabil terhadap bahan makanan sehat, sambil memperkuat ekonomi lokal.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bagian integral dari inisiatif tersebut. Munafri Arifuddin yakin MBG mampu meningkatkan gizi anak-anak serta mendorong perekonomian masyarakat. “Urban farming adalah langkah konkret dalam menyelesaikan masalah keterbatasan ruang dan memastikan produksi pangan bisa dilakukan oleh warga sendiri,” katanya. Inovasi ini juga melibatkan pengembangan peternakan, seperti ayam, untuk memenuhi kebutuhan protein berkelanjutan bagi MBG.
Kepala Dinas Pertanian Kota Makassar menjelaskan bahwa pertanian perkotaan mengajarkan cara memanfaatkan area sempit secara optimal. Selain itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah berkembang pesat, dengan 104 unit tersebar di berbagai wilayah. MBG tidak hanya menjangkau anak sekolah, tetapi juga kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Munafri Arifuddin menegaskan bahwa program ini dinilai efektif karena menciptakan efek dominan positif dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“MBG sangat brilian karena dampaknya yang luas, baik untuk kesehatan maupun perekonomian,” ujar Wali Kota Makassar. Program ini juga mendorong pemanfaatan pasar tradisional secara aktif.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti MBG sebagai motor penggerak ekonomi desa, dengan potensi menciptakan perputaran ratusan triliun rupiah. Pemerintah Kota Kendari pun menginstruksikan SPPG untuk fokus pada pengelolaan yang terukur dan berkelanjutan. Dengan dukungan bersama, inisiatif kemandirian pangan di Makassar diharapkan terus berkembang, membentuk masyarakat yang mandiri dan sejahtera.