Key Strategy: Seluruh Lokomotif dan Genset KAI Sudah Pakai Biosolar B40, Siap Sambut Inovasi B50
Seluruh Lokomotif dan Genset KAI Sudah Pakai Biosolar B40, Siap Sambut Inovasi B50
Penggunaan kereta api oleh masyarakat berdampak positif pada lingkungan. Setiap perjalanan pelanggan kini menjadi kontribusi untuk menjaga kelestarian alam, karena seluruh sarana kereta api, termasuk lokomotif dan genset, telah beralih ke bahan bakar Biosolar B40 yang ramah lingkungan.
Inisiatif ini mendukung upaya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mengembangkan energi terbarukan di bidang transportasi. Biosolar B40, yang mengandung 40% bahan nabati, mulai diterapkan secara universal sejak Februari 2025 setelah melewati uji coba teknis sukses sejak Juli 2024.
Perpindahan ke bahan bakar terbarukan ini menurunkan emisi operasional kereta api, sekaligus memperkuat perannya sebagai alat transportasi yang lebih ramah lingkungan. Menurut Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, pihaknya terus menjadi mitra andal dalam mobilitas masyarakat sebagai pengguna teknologi hijau.
“Kami paham bahwa efisiensi dan biaya perjalanan terjangkau sangat penting bagi masyarakat. Di tengah keterbatasan BBM, kereta api tetap bisa menjadi pilihan yang hemat dan andal. Dengan B40, setiap pelanggan otomatis turut serta dalam transformasi menuju transisi energi nasional yang lebih berkelanjutan,” ujar Anne.
KAI siap mendukung pengembangan B50, tahap berikutnya dari ESDM. Strategi pemerintah untuk meningkatkan penggunaan bahan bakar nabati adalah bagian dari langkah menuju kemandirian energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Peningkatan volume pelanggan terus terjadi, dengan 14.515.350 orang menggunakan layanan KA Jarak Jauh dan Lokal selama Triwulan I 2026. Angka ini meningkat 18,4% dibandingkan 12.261.632 pelanggan pada periode sama tahun 2025.
Kereta api juga berperan dalam mendukung kebutuhan logistik ratusan juta penduduk. Dalam tiga bulan pertama 2026, KAI mengangkut 12.075.002 ton batu bara untuk menjaga pasokan listrik di Jawa dan Bali, serta 2.873.440 ton barang seperti peti kemas, hasil pertanian, dan kiriman ritel.
Dengan Biosolar B40 yang diterapkan pada seluruh sarana, distribusi logistik ini kini lebih ramah lingkungan. Anne menegaskan bahwa kolaborasi dengan ESDM adalah langkah strategis untuk memastikan kereta api terus menjadi moda transportasi aman, efisien, dan memberi manfaat jangka panjang.