PM Spanyol desak UE tangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel
PM Spanyol Desak UE Tangguhkan Perjanjian Asosiasi dengan Israel
Pada Jumat (10/4), Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengajukan permintaan kepada Uni Eropa (UE) untuk menunda perjanjian asosiasi dengan Israel. Pernyataan ini dikeluarkan setelah Israel terus melakukan serangan terhadap Lebanon dan wilayah Gaza. “Kita tidak boleh biarkan Gaza menjadi bagian dari konflik Lebanon,” kata Sánchez, seperti dilaporkan oleh kantor berita Spanyol, Agencia EFE.
“Kita harus bertindak terhadap pelanggaran yang jelas terhadap hukum humaniter internasional yang dilakukan Israel,” tambahnya.
Sánchez menegaskan bahwa Perjanjian Asosiasi UE-Israel, yang berlaku sejak 2000 sebagai dasar hubungan perdagangan antara keduanya, perlu ditangguhkan “demi konsistensi dan empati,” setelah Israel “menginjak-injak dan melanggar” sejumlah besar pasal dalam perjanjian tersebut. Ia menyatakan bahwa Spanyol bersedia mengambil langkah ini bersama negara-negara Eropa lainnya.
Kritik dari Menteri Luar Negeri Spanyol
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares juga mengkritik serangan Israel di Lebanon, menyebutkan bahwa “tingkat kekerasan dan pelanggaran terhadap hukum internasional serta hak asasi manusia yang dilakukan Israel sangat tidak dapat diterima.”
Sebelumnya, PM Israel Benjamin Netanyahu menuding Spanyol sedang melancarkan “perang diplomatik” terhadap Israel. Serangan Israel ke Lebanon, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga kemanusiaan lainnya, telah menyebabkan lebih dari 1.700 korban tewas dan hampir 6.000 cedera, dengan lebih dari 1 juta penduduk terpaksa mengungsi.