Latest Program: WeChat larang konten yang dibuat sepenuhnya dengan AI
WeChat larang konten yang dibuat sepenuhnya dengan AI
Moskow – Dalam pernyataan terbaru, WeChat, aplikasi asal Tiongkok, mengumumkan larangan terhadap konten yang sepenuhnya dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) dan alat otomatis lainnya, dilaporkan oleh media Yicai, Sabtu (11/4). Perusahaan induk WeChat, Tencent Holdings, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kreativitas yang berasal dari manusia terjaga.
Penekanan pada keterlibatan manusia
Seorang juru bicara WeChat menyampaikan bahwa platform tersebut tetap mendukung penggunaan alat teknologi untuk memperkaya karya kreator, tetapi menolak konten yang sepenuhnya dihasilkan tanpa campur tangan manusia. Aturan baru yang diperbarui bulan lalu membatasi penggunaan AI, skrip, antarmuka, atau program otomatis untuk menggantikan peran manusia dalam produksi dan publikasi konten.
“Kami mendorong kreativitas asli manusia dan memastikan alat teknologi hanya berfungsi sebagai bantuan, bukan pengganti,” ujar Tencent dalam pernyataan resmi.
Larangan ini mencakup konten yang dihasilkan sepenuhnya oleh AI tanpa ekspresi nyata dari manusia, serta publikasi massal melalui sistem otomatis. Akun yang melanggar aturan dapat dikenai sanksi, mulai dari pembatasan akses hingga pemblokiran.
Tencent bukan satu-satunya perusahaan yang memperketat pengawasan terhadap konten AI. Pemilik TikTok, ByteDance, juga memperkuat tindakan terhadap konten yang dihasilkan sepenuhnya oleh algoritma. Kebijakan ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap penggunaan teknologi AI dalam konten digital.