New Policy: Percepatan pengembangan Blok Masela lindungi kedaulatan ekonomi RI
Percepatan Pengembangan Blok Masela Lindungi Kedaulatan Ekonomi RI
Jakarta – Satya Hangga Yudha Widya Putra, Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyampaikan bahwa peningkatan kecepatan pengembangan Blok Masela bukan hanya untuk mencapai target produksi, tetapi juga sebagai langkah penting dalam memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia. Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, ia menekankan bahwa proyek strategis nasional (PSN) Lapangan Abadi, yang berada di Blok Masela, Maluku, kini memasuki fase kritis setelah menunggu lebih dari 25 tahun.
Pembangunan fisik proyek ini dimulai pada Februari lalu, menurut Hangga, sebagai bukti nyata perpindahan dari fase administratif ke implementasi konkret. “Ini menunjukkan bahwa Blok Masela kini menjadi fokus utama dalam memastikan ketersediaan energi secara stabil,” jelasnya.
“Momentum ini semakin signifikan karena dinamika internasional yang terus memanas, terutama konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur perdagangan Selat Hormuz,” ujar Hangga.
Dalam kesempatan Silahturahmi Pengabdian Mata Garuda, Jakarta, Jumat (10/4/2026), ia menyoroti bahwa volatilitas harga migas akibat konflik tersebut memberikan tekanan pada neraca perdagangan Indonesia. Meskipun sumber impor telah diperluas ke Amerika Serikat, Afrika, dan Australia, ketidakstabilan harga masih menjadi tantangan. Hangga menegaskan bahwa Blok Masela berperan sebagai cadangan energi domestik yang mampu memenuhi kebutuhan pasar secara besar.
Proyek ini juga mencapai kemajuan komersial dengan ditandatanganinya MoU antara Inpex dan PT Pertamina (Persero) pada 30 Maret 2026. Saat ini, SKK Migas tengah memfasilitasi negosiasi intensif pembelian LNG sebagai syarat mutlak untuk mencapai Final Investment Decision (FID).
Konteks Global dan Kontribusi Proyek
Konflik Timur Tengah yang memengaruhi perdagangan global menjadi alasan utama perluasan Blok Masela. Dengan harga minyak mencapai 110 dolar AS per barel, keberadaan proyek ini dianggap sebagai solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Langkah Nyata dalam Pengembangan Energi Nasional
Pengembangan fisik Blok Masela menjadi bukti bahwa proyek ini tidak lagi hanya berupa diskusi, tetapi sudah dijalankan secara aktual. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian pasar internasional.