Special Plan: China miliki 179 zona pengembangan industri teknologi tinggi nasional
Beijing – China kini memiliki 179 zona pengembangan industri teknologi tinggi nasional, menyusul keputusan Dewan Negara China pada Februari lalu yang menyetujui peningkatan status zona teknologi tinggi Xiong'an di Provinsi Hebei menjadi sebuah zona pengembangan industri teknologi tinggi tingkat nasional, demikian disampaikan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China pada Jumat (10/4). Pada 2025, zona pengembangan industri teknologi tinggi nasional menghasilkan total output sebesar 20,4 triliun yuan (1 yuan = Rp2.498) atau sekitar 2,97 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp17.082), yang menyumbang 14,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara tersebut, papar Yao Jun, seorang pejabat di kementerian itu, dalam sebuah konferensi pers. Perusahaan-perusahaan di zona tersebut menghabiskan sekitar 1,2 triliun yuan untuk penelitian dan pengembangan (litbang) internal pada 2025, naik sekitar 30 persen dibandingkan pada akhir 2020, dengan intensitas litbang mencapai 6,1 persen, ujar Yao.
Menurut kementerian tersebut, zona pengembangan industri teknologi tinggi nasional telah menjadi pusat penting bagi inovasi dan talenta kewirausahaan di China. Lebih dari 26 juta orang bekerja di zona-zona tersebut, dengan sekitar 40 persen di antaranya memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi. Jumlah personel litbang setara purnawaktu per 10.000 karyawan di zona-zona tersebut mencapai sekitar 12 kali lipat dari rata-rata nasional, kata kementerian tersebut.
Zona-zona ini telah menjalin kerja sama strategis dengan kawasan industri di lebih dari 30 negara dan kawasan, serta mendirikan lima zona kerja sama bagi usaha kecil dan menengah (UKM) asal China maupun luar negeri, sambil terus memajukan kerja sama internasional pada rantai industri dan pasokan di bidang-bidang seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), energi baru, material baru, serta biomedis.