New Policy: PRR: Pembersihan lumpur pascabanjir Aceh capai 480 lokasi
PRR: 480 Lokasi di Aceh Telah Dibersihkan Pasca-Banjir
Jakarta, Sabtu – Upaya membersihkan akumulasi material pasca-banjir di Aceh telah mencapai 480 dari total 519 lokasi yang terdampak, demikian diumumkan oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera. Sementara 39 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan, sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas PRR, Safrizal, dalam pernyataannya di Jakarta.
Safrizal menyatakan bahwa lokasi yang tersisa terutama berada di area permukiman padat, dengan sistem drainase yang sempit. Hal ini membuat pembersihan memerlukan metode manual yang lebih hati-hati. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan tenaga personel di titik-titik strategis guna mempercepat kerja pembersihan, yang menunjukkan komitmen dan hasil nyata dalam penanganan darurat.
“Kekuatan di Pidie Jaya terdiri dari 300 warga lokal, 80 personel Satpol PP dan BPBD, serta didampingi 12 anggota TNI/Polri,” jelas Safrizal. “Pelaksanaan gelombang pertama telah berjalan pada 6-8 April, dan akan dilanjutkan kembali pada 14-17 April mendatang. Ini adalah bukti bahwa pemerintah dan masyarakat bekerja sama secara aktif di lapangan.”
Program padat karya tahap kedua yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat terdampak juga terus berjalan. Safrizal mengungkapkan bahwa di Kabupaten Pidie Jaya, khususnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, total 392 peserta dari berbagai latar belakang seperti warga, aparatur daerah, serta TNI dan Polri sedang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, Safrizal meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak lengkap di media sosial. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak menyerah dalam upaya pemulihan. Diketahui, seluruh infrastruktur vital dan jalan nasional tahap pertama telah tuntas 100 persen sejak Januari lalu. Saat ini, Satgas fokus pada pembersihan lingkungan pemukiman.
“Data adalah fakta, dan kerja kami adalah nyata. Kami tidak akan berhenti sampai lokasi terakhir benar-benar selesai. Kami mengajak masyarakat untuk tetap optimis menyambut tahap rehabilitasi dan rekonstruksi berikutnya,” tambahnya.