Key Strategy: Prabowo: Saya Izin Tak Lanjut Jadi Ketua Umum PB IPSI
Prabowo Umumkan Minta Izin Tidak Lanjut Jabatan di PB IPSI
Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) yang berlangsung di Jakarta pada hari Minggu (11/4), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meminta izin untuk tidak melanjutkan tugas sebagai Ketua Umum PB IPSI. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka acara Munas, di mana ia mengungkapkan kesulitan mengemban dua tanggung jawab sekaligus.
Komitmen Terhadap IPSI Tetap Dijaga
Prabowo menjelaskan bahwa jabatan sebagai Presiden RI membuatnya sulit fokus sepenuhnya pada tugas sebagai Ketua Umum PB IPSI. “Saya sudah mengemban tanggung jawab besar sebagai presiden, sehingga tidak mungkin saya efektif menjalankan peran di IPSI,” kata mantan ketua umum tersebut dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa meski tidak aktif di depan lagi, dukungan terhadap program dan perkembangan organisasi tetap akan diberikan.
“Sudah hampir tiga tahun saya tidak aktif di depan, tapi selalu mendukung di belakang. Apalagi sebagai presiden, pembinaan IPSI akan lebih dahsyat lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo menyebutkan bahwa ia telah menjabat di PB IPSI selama 34 tahun. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa masa jabatan sebagai Wakil Ketua Umum dilalui selama empat periode, sementara sebagai Ketua Umum tercatat lima periode. “Hari ini bisa dikatakan saya telah mengabdi dalam pencak silat selama 34 tahun,” tutur Prabowo. Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan terakhirnya sebagai Ketua Umum PB IPSI terasa lebih kurang intens dibandingkan masa sebelumnya.