Main Agenda: Wajah Mojtaba Khamenei Disebut Cacat Gegara Serangan Udara AS-Israel
Wajah Mojtaba Khamenei Disebut Cacat Gegara Serangan Udara AS-Israel
Baru-baru ini, Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru, diberitakan sedang dalam pemulihan setelah menderita luka berat di wajah dan kaki akibat serangan udara AS-Israel yang mengakibatkan kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, di awal konflik. Menurut laporan Reuters pada hari Sabtu (11/4), serangan udara yang menghantam kompleks pemimpin tertinggi di Teheran menyebabkan kerusakan serius pada wajah Mojtaba. Ia juga dilaporkan mengalami cedera parah pada satu atau kedua kakinya.
Kondisi Mojtaba dan Keterlibatannya
Meski begitu, pria berusia 56 tahun itu disebut tetap sadar penuh dan masih terlibat dalam pengambilan keputusan penting. Reuters menyatakan bahwa Mojtaba mengikuti rapat dengan para pejabat senior melalui konferensi audio, termasuk untuk membahas perang dan negosiasi dengan Washington.
Penilaian Intelijen AS
Menurut laporan Reuters, seorang sumber dari intelijen AS mengatakan bahwa Mojtaba kemungkinan besar kehilangan satu kaki. Namun, Central Intelligence Agency (CIA) menolak memberikan komentar mengenai kondisi tersebut. Kantor Perdana Menteri Israel juga tidak merespons pertanyaan Reuters.
Pertanyaan tentang Kekuasaan Mojtaba
Dalam kondisi ini, muncul pertanyaan mengenai seberapa jauh Mojtaba mampu menjalankan pemerintahan Iran di tengah situasi yang masih genting. Peneliti senior Middle East Institute, Alex Vatanka, mengatakan bahwa meski luka yang dialami Mojtaba cukup parah, ia tidak kemungkinan langsung mengambil kekuasaan sebesar yang dimiliki ayahnya.
“Mojtaba akan menjadi salah satu suara, tetapi bukan suara yang menentukan,” kata Vatanka.
Mojtaba terluka pada 28 Februari, hari pertama perang yang dimulai setelah serangan AS-Israel ke Iran. Dalam serangan yang sama, ayahnya sekaligus pemimpin tertinggi sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas. Ayatollah Ali Khamenei sendiri memimpin Iran sejak 1989.