Prabowo Mundur dari Jabatan Ketum – Minta Maaf ke Pengurus IPSI
Prabowo Mundur dari Jabatan Ketum, Minta Maaf ke Pengurus IPSI
Dalam Munas ke-16 Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Prabowo Subianto mengambil keputusan besar untuk mengakhiri jabatannya sebagai Ketua Umum. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pengurus organisasi tersebut. Langkah ini diambil setelah ia berbicara mengenai perannya yang telah dijalani selama beberapa dekade.
Pengabdian Berkelanjutan
Prabowo menjelaskan bahwa ia telah terlibat dalam dunia pencak silat sejak lama, hampir 34 tahun. Dalam pidatonya, ia menyebutkan telah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum selama empat masa periode dan Ketua Umum selama lima masa periode. Meski begitu, keputusan untuk mundur muncul saat ia menegaskan kesibukan sebagai Presiden RI yang memakan banyak waktu.
Kesibukan dan Permintaan Maaf
Di tengah pidato, Prabowo mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum PB IPSI. “Saya mohon izin untuk tidak melanjutkan jabatan ini karena tugas kebangsaan yang saya bawani menguras waktu,” ujarnya. Ia mengakui bahwa kehadirannya dalam organisasi tidak lagi seintens sebelumnya, terutama selama tiga tahun terakhir. “Saya minta maaf, karena hampir tiga tahun ini saya tidak terlalu aktif di depan,” tambah Prabowo dalam
penjelasan
yang disampaikannya.
Prabowo menegaskan akan terus memberikan dukungan dari belakang kepada pengurus dan anggota IPSI. Ia juga mengingatkan peran pendahulunya, Eddie Nalapraya, sebagai sosok yang sangat penting. “Sebenarnya, Ketua Umum IPSI itu adalah Pak Eddie Nalapraya, saya hanya penggantinya,” ujarnya dalam
kata-kata
. Di akhir sambutannya, ia melemparkan keputusan kepemimpinan selanjutnya kepada forum organisasi. “Saya tidak tahu siapa pengganti saya yang akan saudara pilih,” tutup Prabowo.